Harga Gula Jumat Bergerak Melemah Terbebani Melimpahnya Proyeksi Pasokan Global

29
gula,harga

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi internasional bergerak melemah terbatas pada perdagangan akhir pekan hari Jumat, tertekan oleh sentimen melimpahnya proyeksi pasokan global yang terus membayangi pasar.

Harga kontrak berjangka gula mentah dunia atau raw sugar NY-11 terpantau diperdagangkan melemah pada kisaran 14,43 hingga 14,50 sen dolar AS per pon. Dengan pergerakan ini, komoditas pemanis tersebut terus menghadapi tren koreksi, di mana secara akumulatif telah mencatatkan pelemahan sekitar 3,74 persen di sepanjang bulan Juli. Sejalan dengan pergerakan di bursa New York, harga gula putih berjangka kontrak acuan di bursa London juga terpantau berada di sekitar level 458,30 dolar AS per metrik ton.

Tren penurunan yang membebani pasar gula global ini secara garis besar dipicu oleh melimpahnya proyeksi pasokan di pasar internasional. Tekanan pada sisi suplai ini bersumber dari ekspektasi peningkatan hasil panen yang signifikan dari dua negara produsen raksasa dunia, yang pada akhirnya membuat para pelaku pasar cenderung menahan diri dan menghindari akumulasi stok secara agresif.

Sementara itu, dinamika pelemahan di bursa komoditas global tampaknya turut mewarnai pergerakan di pasar modal domestik Indonesia, khususnya pada pergerakan saham emiten perkebunan tebu dan produsen gula. Saham PT Aman Agrindo Tbk dengan kode emiten GULA mengalami tekanan jual yang cukup dalam pada perdagangan hari ini. Meskipun sempat dibuka melesat ke posisi tertinggi hariannya di Rp870, saham GULA akhirnya ditutup merosot 7,60 persen ke level Rp790 per lembar saham dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya di Rp855. Sepanjang sesi, saham ini bergerak fluktuatif menyentuh titik terendah di Rp730 sebelum akhirnya sedikit memangkas kerugian di akhir perdagangan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah berpotensi masih akan membayangi tren pelemahan seiring dengan belum meredanya sentimen kelebihan pasokan dari negara-negara produsen utama. Harga gula mentah diperkirakan bergerak menguji kisaran Support 14,25-14,35. Namun, jika muncul aksi beli teknikal dari para pedagang yang memanfaatkan momentum harga rendah, pergerakan akan mengarah pada pembalikan menuju kisaran Resistance 14,65-14,80.