(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (21/8), terpantau menguat 28,237 poin (0,43%) ke level 6.529,822 setelah dibuka naik ke level 6.524.075.
IHSG bergerak melanjutkan rally mencapai level 13,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah harga minyak mentah dunia yang naik lagi dan mengikuti sentimen bursa AS, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam tekanan jual cukup tajam.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,19% atau 34 poin ke level Rp 17.774, dengan dollar AS di pasar uang Asia turun setelah bangkit terbatas di sesi global sebelumnya, tertekan pada area 3,5 bulan terendahnya di tengah naiknya yields U.S. Treasury dan sentimen the Fed yang dovish.
Rupiah melemahnya dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.740, serta terpantau terkoreksi dari posisi 9 minggu terkuatnya kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 22,490 poin (0,35%) ke level 6.524.075. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,620 poin (0,41%) ke level 641,360. Pagi ini menguat 28,237 poin (0,43%) ke level 6.529,822. Sementara LQ45 terlihat naik 3,720 poin (0,58%) poin ke level 642,460.
Tercatat saat ini sebanyak 324 saham naik, 242 saham turun dan 213 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan ketiga indeks acuannya dalam tekanan jual cukup tajam, dipicu merosotnya saham Walmart, naiknya yields U.S. Treasury, dan melajunya lagi harga minyak mentah dunia. Dow Jones berakhir turun 1,3%, S&P 500 melemah 0,9%, serta Nasdaq merosot 1,0%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,31%, dan Hang Seng yang naik 0,62%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally ke level 13,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak mentah dunia yang naik lagi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam tekanan jual cukup tajam.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijau dalam rentang terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.635 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,230 dan bila tembus ke level 6,029.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group







