(Vibiznews – Forex) Indeks Dolar AS, yang mengukur nilai dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, berakhir turun pada hari Senin terpicu penguatan mata uang Yen.
Indeks dolar AS ditutup turun 0,26% pada 98,89.
Yen Jepang melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan pada hari Senin, memimpin penguatan luas terhadap dolar AS, seiring menguatnya keyakinan akan kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ).
Pergerakan dolar AS juga mendekati level terendah dalam beberapa bulan, di tengah langkah para pedagang yang terus mengurangi posisi beli menjelang rilis data inflasi penting AS.
Pasar AS tutup pada hari Senin untuk memperingati Hari Buruh (Labor Day), yang mengakibatkan volume perdagangan global menjadi jauh lebih tipis.
Kondisi dimana Bank-bank sentral lain cenderung menaikkan suku bunga, sementara The Fed bersikap lebih hati-hati, dapat terus menekan nilai dolar AS terhadap pasangan mata uang utama.
Minggu ini akan dirilis data PPI dan Core PPI AS bulan Agustus pada hari Kamis. Berlanjut akan dirilis data Inflasi dan Inflasi Inti AS Agustus.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun jika penguatan Yen terus berlanjut. Prospek bank-bank sentral lainnya menaikkan suku bunga, juga dapat menekan dolar AS. Sikap berhati-hati dolar AS menjelang rilis data inflasi pekan ini, juga dapat menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 98,73-98,58. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Support 98,73-98,58.








