Harga CPO Senin Ditutup Naik Terpicu Kekhawatiran Pengetatan Pasokan

35
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak acuan minyak sawit mentah atau CPO untuk pengiriman November di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Senin (7/9/2026), sebesar 1,16 persen ke level RM4.986 per metrik ton. Harga CPO sukses melanjutkan tren positif selama dua hari beruntun dan semakin mendekati level psikologis RM5.000 per metrik ton.

Kenaikan harga minyak sawit mentah dunia pada perdagangan awal pekan ini utamanya dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap meluasnya titik kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang dipicu dampak kekeringan cuaca ekstrem. Kabut asap pekat dilaporkan mengganggu proses pemanenan di perkebunan karena sebagian tenaga kerja harus dialihkan untuk pemadaman api. Selain itu, ketebalan asap yang menghalangi sinar matahari diperkirakan dapat menghambat pertumbuhan buah sawit, memicu risiko pengetatan pasokan global dalam beberapa bulan mendatang.

Penguatan harga CPO turut ditopang oleh performa positif bursa minyak nabati pesaing di Dalian Commodity Exchange. Kontrak minyak sawit olahan di bursa tersebut naik 1,06 persen, sementara minyak kedelai terangkat 0,22 persen. Kenaikan harga minyak nabati kompetitor ini secara otomatis membuat harga CPO menjadi lebih menarik bagi para pembeli minyak nabati dunia. Sentimen positif ini turut diperkuat oleh ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, di mana konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran, ditandai aksi saling serang kapal tanker, membuat harga minyak mentah global terus berada di zona hijau. Lonjakan harga Brent dan WTI ini memberikan sentimen positif bagi CPO, karena membuat bahan bakar nabati berbasis sawit menjadi lebih ekonomis dan kompetitif sebagai substitusi energi fosil.

Dari sisi fundamental domestik, rilis data ekspor CPO dan produk turunannya dari Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencatatkan pertumbuhan solid sebesar 5,49 persen. Optimisme pasar jangka panjang juga terus disokong oleh kelanjutan program biodiesel B40 di Indonesia yang menyerap pasokan domestik secara masif, sehingga menjaga harga dasar CPO tetap kokoh di pasar ekspor global pada perdagangan hari ini.