(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak naik ke level tertinggi dalam dua minggu hari ini Rabu, 16 September 2026, menjelang keputusan suku bunga Fed.
Dolar AS menguat setelah penjualan ritel bulan Agustus meningkat melebihi perkiraan.
Penjualan ritel AS bulan Agustus naik +1,2% secara bulanan (*m/m*), lebih kuat dari perkiraan +0,8% *m/m* dan merupakan kenaikan terbesar dalam lima bulan. Penjualan ritel bulan Agustus di luar sektor otomotif naik +1,4% *m/m*, lebih kuat dari perkiraan +0,6% *m/m*.
Dolar AS juga menguat dengan dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) dalam pertemuan FOMC hari ini.
Indeks dolar AS bergerak naik 0,01% pada 99,69.
Namun penguatan dolar AS dibatasi kenaikan pasar saham yang telah meredam permintaan akan likuiditas dolar.
Selain itu, penurunan indeks pasar perumahan NAHB bulan September yang lebih besar dari perkiraan berdampak negatif bagi dolar.
Indeks pasar perumahan NAHB AS bulan September turun 3 poin ke level 32—menyamai level terendah dalam 3,75 tahun—dan angka ini lebih rendah dari perkiraan sebesar 34.
Di samping itu, penurunan harga minyak mentah WTI sebesar -2% hari ini menurunkan ekspektasi inflasi, yang dipandang sebagai sinyal kebijakan dovish bagi The Fed dan sentimen bearish bagi dolar.
Pasar memperhitungkan adanya peluang sebesar 94% bagi kenaikan suku bunga The Fed sebesar +25 bp pada akhir pertemuan FOMC hari ini.
Pasar juga akan mencermati komentar dari Ketua The Fed, Warsh, dalam konferensi pers setelah pertemuan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik dengan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed hari Kamis dinihari ini. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 99,77-99,87. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 99,55-99,43.








