Rekomendasi EUR/USD Mingguan 7 – 11 Maret 2022: Cenderung Turun dengan Investor Mencari Aman

1775

(Vibiznews – Forex) Memulai hari Senin pagi pada minggu lalu di 1.1183, EUR/USD berhasil bangkit pada hari Senin malam dan terus stabil di atas 1.1200 pada hari Selasa pagi. Namun pada hari Rabu berbalik turun ke 1.1095 dengan sentimen pasar terus memburuk karena perang Rusia – Ukraina.

Pada hari Kamis EUR/USD kembali tertekan turun karena testimoni Powell yang menguatkan USD. Dan pada hari Jumat EUR/USD meneruskan penurunannya ke 1.0929. karena USD terdorong naik karena berita militer Rusia telah mulai mengebom pabrik nuklir terbesar di Eropa.

Menambah tekanan turun atas EUR/USD pada hari Jumat adalah keluarnya laporan Non-Farm Payrolls AS untuk bulan Februari sebesar 678.000 yang jauh mengatasi dari yang diperkirakan sebesar 400.000 yang memicu kenaikan dollar AS dan menekan Euro.

Berita – berita mengenai perang Rusia – Ukraina terus mempengaruhi sentimen terhadap resiko di tengah sedikitnya data ekonomi papan atas yang keluar dari Inggris. Sementara itu, para trader hanya menaruh sedikit perhatian atas keluarnya data ADP Employment AS dan data jasa serta manufaktur dari ISM dengan ketegangan Ukraina mendominasi.

Di dalam testimoninya di depan House Committee on Financial Services AS hari Rabu, kepala FOMC Jerome Powell menegaskan bahwa kenaikan tingkat bunga sebesar 25 basis poin adalah pantas di bulan Maret. Namun Powell menambahkan bahwa bank sentral AS siap untuk menaikkan tingkat suku bunga lebih agresif apabila diperlukan. Hal ini bisa berarti kenaikan sebesar 50 basis poin yang membuat dollar AS mendapatkan dorongan naik.

Pada minggu ini, data ekonomi yang akan keluar sangat sedikit. Namun ada yang penting dari Eropa yaitu keputusan tingkat bunga ECB yang akan dikeluarkan pada hari Kamis dalam pertemuan ECB.

Resiko dari stagflasi jelas sudah meningkat, sehingga menjadi dilemma yang menyulitkan bagi ECB, yaitu bagaimana bereaksi terhadap semakin cepatnya kenaikan inflasi yang tidak bisa diperlambat dengan kebijakan moneter. Saat ini, ditengah perang Rusia – Ukraina, tidak ada seorangpun yang memperkirakan ECB akan mulai menormalisasikan kebijakan moneternya dengan melakukan pengetatan pada saat ketidakpastian begitu tinggi.

Sementara itu dari AS selama paruh pertama dari minggu ini juga tidak ada data makro ekonomi yang penting. Data dari kalender ekonomi yang penting baru keluar pada hari Kamis yaitu data inflasi, consumer price index (CPI), bulan Februari dan data klaim pengangguran mingguan, yang diikuti oleh angka Preliminary UoM Consumer Sentiment pada hari Jumat.

Inflasi AS akan bisa menjadi jauh lebih tinggi dengan melejitnya harga energi. Angka CPI AS bisa naik lebih dari 8% dan angka inflasi tahunan akan bisa berada di antara 12% – 15%.

Perkembangan sehubungan dengan perang Rusia – Ukraina tetap akan menjadi penggerak dan penentu arah gerakan dari EUR/USD pada minggu ini. Gencatan senjata kelihatannya masih tidak mungkin terjadi dengan pembicaraan damai masih belum menghasilkan apa-apa.

“Support” terdekat menunggu di 1.0922  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0916 dan kemudian 1.0906. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0933 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0947 dan kemudian 1.1000.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido