(Vibiznews – Forex) GBP/USD terus tertekan turun pada paruh ke dua jam perdagangan sesi AS dan sempat jatuh ke bawah 1.2000 untuk pertama kalinya dalam satu minggu sebelum akhirnya pulih kembali sedikit ke 1.2030.
Data inflasi Inggris yang lemah dan menguatnya dollar AS secara luas membebani pasangan matauang ini dengan berat pada hari Rabu.
Office for National Statistics Inggris pada hari Rabu melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) Inggris pada bulan Januari turun 0.6% secara basis bulanan, menyebabkan inflasi tahunan turun dari 10.5% ke 10.1%. CPI inti juga turun dari 6.3% ke 5.8% secara basis bulanan, lebih rendah daripada yang diperkirakan pasar sebesar 6.2%. Pasar memperkirakan Bank of England akan menjadi kurang hawkish dengan lemahnya angka inflasi Inggris yang muncul untuk bulan Januari.
Sementara itu, menguatnya dollar AS telah berlangsung dari sejak hari Selasa dengan keluarnya angka inflasi, Consumer Price Index (CPI) AS, yang sedikit di atas daripada yang diperkirakan pasar. Ditambah lagi dengan keluarnya data Penjualan Ritel AS yang lebih kuat daripada yang diperkirakan. Data dari AS menunjukkan bahwa Penjualan Ritel AS untuk bulan Januari naik 3.0% dari bulan Desember, lebih kuat daripada yang diperkirakan.
Pasar menjadi sedikit tidak tenang pada pertengahan minggu, setelah laporan Consumer Price Index (CPI) AS hari Selasa naik sedikit di atas perkiraan pasar. Ditambah lagi dengan data ekonomi yang keluar pada hari Rabu menunjukkan bahwa penjualan ritel AS untuk bulan Januari lebih kuat daripada yang diperkirakan pasar dan dari angka bulan sebelumnya. Penjualan ritel AS bulan Januari diperkirakan akan muncul di 1.9% setelah turun 1.1% pada bulan Desember dari bulan November.
Kesimpulan dari laporan CPI AS hari Selasa dan laporan Penjualan Ritel AS hari Rabu adalah bahwa Federal Reserve AS memiliki beban lebih berat untuk memperlambat ekonomi AS dan menciutkan permintaan consumer dan komersial agar bisa menekan turun inflasi ke level yang diinginkan bank sentral AS yakni sekitar 2% per tahun. Hal ini membuat indeks dollar AS naik secara signifikan yang pada gilirannya membebani pasangan matauang GBP/USD.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di 1.2000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1950 dan kemudian 1.1900. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2050 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2100 dan kemudian 1.2150.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


