(Vibiznews – Forex) GBP/USD berada di bawah tekanan bearish dan jatuh ke bawah 1.2420 pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis sebelum akhirnya mengalami rebound ke atas 1.2450 di sekitar 1.2460. Sedikit membaiknya sentimen terhadap resiko membatasi kenaikan dollar AS dan mendukung naik pasangan matauang ini menjelang liburan Paskah. Kenaikan dollar AS berkurang, menjadi tinggal hanya 0.02% dengan indeks dollar AS turun ke 101.567.
Sebelumnya, indeks dollar AS naik 0.12% intraday menjadi 102.00 memperpanjang rebound hari sebelumnya dari ke rendahan selama dua bulan meskipun pergerakan dovish baru – baru ini di dalam pertaruhan the Fed dan buruknya data ekonomi AS.
Alasan rebound-nya dollar AS yang terbaru ini bisa dihubungkan dengan ketakutan pasar akan resesi di AS setelah angka employment swasta AS turun jauh.
Terlepas dari ketakutan akan resesi, ketegangan antara AS dengan Cina karena rencana pertemuan antara Jubir House of Representatives AS Kevin McCarthy dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen juga membebani sentimen pasar sehingga membuat dollar AS naik. Ditambah lagi dengan peringatan nuklir terbaru dari Korea Utara karena AS dan Korea Selatan mengadakan latihan militer bersama.
Sebelumnya, pada hari Kamis pagi, data dari Inggris menunjukan bahwa Halifax House Prices naik 0.8% pada bulan Maret, secara basis bulanan. Angka ini mengatasi angka yang diperkirakan pasar penurunan sebesar 0.3%. Hal ini memberikan dukungan terhadap Poundsterling meskipun hanya sebentar.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di 1.2430 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2400 dan kemudian 1.2350. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2500 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2530 dan kemudian 1.2550.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


