Harga Tembaga Turun dari Rekor Tertinggi Mendekati $12,000

528

(Vibiznews – Commodity) – Harga tembaga turundari rekor tertinggi mendekati  $12,000 per MT pada hari Jumat,  kenaikan harga karena risiko yang mempengaruhi permintaan akan logam. Harga logam naik  selama 3 minggu berturut –turut. 

Harga tembaga kontrak 3 bulan di the London Metal Exchange turun 0.6% menjadi $11,794.50 per ton setelah sempat menyentuh $11,952 pada sesi sebelumnya mendekati harga $12,000 secara psikologis. 

Harga tembaga minggu ini naik 1.6%. 

Pada jangka pendek harga tembaga akan berada diatas $11,000. Kenaikan harga terus berlangsung, permintaan meningkat terutama dari Cina konsumen terbesar, sangat penting. Harga akan terus berada pada range tersebut. 

Perkiraan ANZ harga tembaga akan berada diatas $11,000 per ton di 2026, dengan potensi harga naik ke $12,000  pada akhir tahun karena kekurangan pasokan dan meningkatnya permintaan. 

Persediaan tembaga di gudang yang diawasi oleh the Shanghai Futures Exchange naik 0.5%  pada minggu terakhir menjadi 89,389 ton, 

Kantor Berita Resmi Cina Xinhua melaporkan pemimpin China menjanjikan akan mempertahankan kebijakan fiskal yang proaktif pada tahun 2026. Risiko penurunan permintaan tidak boleh diabaikan karena para pembeli Cina sangat sensitive terhadap harga. 

Harga Logam lain di LME 

Harga Aluminium turun 0.6% menjadi $2,883 per ton 

Harga zinc turun 0.5%  menjadi $3,187 setelah naik ke harga tertinggi 13 bulan pada hari Kamis.  

Data di LME pada hari Jumat terjadi pemasukan 1,800 ton zinc ke persediaan sehingga menjadi 61,924 ton jumlah tertinggi sejak Agustus 

Harga timbal  turun  0.4% menjadi $1,980.50  

Harga timah naik 0.5 % menjadi $41,860 setelah naik ke tertinggi sejak April karena kekhawatiran persediaan 

Harga nikel turun  0.1% menjadi $14,610  

Analisa teknikal untuk tembaga di LME 

Support pertama di $11,785 kemudian  turun ke $11,748 

Resistance pertama di $11,821 dan berikut ke $11,857 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting