Harga Karet Jepang Turun Setelah 7 Sesi Naik, Menguatnya Yen

106

(Vibiznews – Commodity) – Harga karet Jepang pada hari Senin turun setelah 7 sesi naik, karena menguatnya yen. Harga Butadiene  di Cina meneruskan kenaikan. 

Harga karet Juni di the Osaka Exchange (OSE) turun 7.7 yen atau 2.16% menjadi 349.6 yen ($2.27) per  kg. 

Harga karet Mei di The Shanghai Futures Exchange naik 70 yuan atau 0.43% menjadi  16,230 yuan ($2,333.07) per MT. 

Harga karet butadiene Maret di SHFE naik 460 yuan atau 3.59% menjadi 13.265 yuan per ton.  

Harga karet Februari di Singapore Exchange SICOM tidak berubah di 185.8 sen USD 

Yen menguat lebih dari kurs tertinggi dua bulan pada hari Senin karena koodinasi intervensi AS dan Jepang. Yen menguat 1.2% menjadi 153.89 per dolar. 

https://vibiznews.com/index.php/2026/01/26/dolar-as-senin-26-januari-2026-merosot-tertekan-penguatan-yen/ 

Menguatnya yen membuat asset Jepang lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain selain Yen. 

Indeks Nikkei Jepang merosot  pada hari Senin karena menguatnya yen membuat tekanan terhadap pasar kekhawatiran intervensi menghalangi pembelii saham. 

Posisi terbuka di bursa meningkat, posisi beli baru terbentuk sementara volume turun di hampir di semua bursa menurut Laporan mingguan dari the Japan Exchange Group. 

Persediaan karet yang dimonitor oleh the Shanghai Futures Exchange naik 0.1% dari minggu lalu pada Jumat lalu.  

Harga karet butadiene di Shanghai naik kembali pada  hari Jumat dan Senin setelah koreksi, juga menaikkan sentimen di karet alam. 

Harga karet butadiene mengikuti kenaikkan harga bahan mentah butadiene bukan harga minyak  Januari. 

https://vibiznews.com/index.php/2026/01/27/rekomendasi-harga-minyak-27-januari-2026-terbebani-pemulihan-pasokan-kazakhstan/ 

Analisa tehnikal untuk karet Jepang 

Suppport pertama di 348 yen kemudian ke 339 yen  

Resistant pertama di 357 yen kemudian ke 366 yen 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting