(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun tajam pada hari Senin, tertekan tanda-tanda panen kopi Brasil yang melimpah yang telah meningkatkan prospek pasokan global.
Harga kopi arabika berjangka kontrak Maret 2026 berakhir turun 2,48% pada $2.8115 per pon.
Conab, lembaga prakiraan panen Brasil, mengatakan bahwa produksi kopi Brasil tahun 2026 akan meningkat +17,2% y/y menjadi rekor 66,2 juta karung, dengan produksi arabika naik +23,2% y/y menjadi 44,1 juta karung dan produksi robusta naik +6,3% y/y menjadi 22,1 juta karung.
Demikian juga, curah hujan yang cukup di Brasil telah meningkatkan prospek panen kopi negara tersebut. Pada hari Senin, Somar Meteorologia melaporkan bahwa wilayah penghasil kopi arabika terbesar di Brasil, Minas Gerais, menerima curah hujan 62,8 mm selama pekan yang berakhir pada 13 Februari, atau 138% dari rata-rata historis.
Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Weekly AS dan CB Consumer Confidence Februari AS.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Golsbee, Bostic, Collins, Waller, Cook.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika masih akan menghadapi sentimen bearish prospek peningkatan pasokan. Namun jika data ekonomi AS terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga kopi arabika. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.79-$2.78. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $2.84-$2.88.



