(Vibiznews – Forex) Indeks Dolar AS menguat pada hari Selasa, rebound setelah aksi jual pada sesi sebelumnya di tengah ketidakpastian perdagangan Presiden AS Donald Trump.
Indeks Dolar AS, yang melacak nilai dolar AS terhadap enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,1% lebih tinggi menjadi 97,80, setelah turun hingga 0,5% pada hari Senin.
Ketidakpastian tarif perdagangan terjadi setelah putusan Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa penggunaan undang-undang darurat tahun 1977 oleh Trump untuk memberlakukan tarif melampaui wewenangnya.
Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia akan menaikkan tarif sementara dari 10% menjadi 15% pada impor AS dari semua negara setelah putusan Mahkamah Agung AS.
Parlemen Eropa memutuskan pada hari Senin untuk menunda pemungutan suara mengenai kesepakatan perdagangan Uni Eropa dengan Amerika Serikat karena pajak impor baru.
Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Weekly AS dan CB Consumer Confidence Februari AS.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Golsbee, Bostic, Collins, Waller, Cook.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak naik mencermati perkembangan tarif perdagangan AS. Juga jika data ekonomi AS terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 97,42-97,14. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 97,92-98,14.



