(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Kamis sore ini (23/4), terpantau tergelincir tajam 163,006 poin (2,16%) ke level 7.378,606 setelah dibuka naik ke level 7.555.242.
IHSG bergerak terkoreksi 4 hari ke level 1,5 minggu lebih terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed melemah di antara meningkatnya tensi di Selat Hormuz dan ketidakpastian negosiasi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain yang signifikan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah tajam 0,70% atau 130 poin ke level Rp 17.290, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; rally bertahap ke 1,5 minggu tertingginya di tengah ketidakpastian negosiasi perang Iran yang menekan sentimen risiko investor dan kembali mengangkat dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.170, serta terpantau mencetak rekor terendah baru sepanjang masa, dan merupakan mata uang terlemah terhadap dollar di kawasan Asia.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 13,630 poin (0,18%) ke level 7.555.242. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,410 poin (0,19%) ke level 737,380. Siang ini IHSG melemah 95,646 poin (1,27%) ke level 7.445,966. Sementara LQ45 terlihat turun 0,83% atau 6,080 poin ke level 729,890.
IHSG kemudian tambah tertekan dan ditutup merosot 163,006 poin (2,16%) ke level 7.378,606. Sementara LQ45 terlihat turun 1,04% atau 7,700 poin ke level 735,970. Tercatat saat ini sebanyak 192 saham naik, 505 saham turun dan 123 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,75%, dan Hang Seng yang turun 0,95%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari keempat ke 1,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed melemah di antara meningkatnya tensi di Selat Hormuz dan ketidakpastian negosiasi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam gain.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih cenderung bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.773 dan 7.898. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 6,934.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



