(Vibiznews – Commodity) Harga emas bergerak turun pada hari Kamis terpicu penguatan dolar AS dan kekhawatiran kenaikan inflasi yang dapat memicu bank sentral untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga.
Harga emas spot bergerak turun 0,26% pada $4.727,91 per ons.
Harga emas berjangka AS bergerak turun 0,18% pada $4.744,6 per ons.
Indeks dolar AS bergerak naik pada hari Kamis terpicu ketidakpastian perundingan AS dan Iran, dan ketegangan di Selat Hormuz, mendukung permintaan safe haven bagi dolar AS.
Emas juga menghadapi tekanan berkelanjutan karena lonjakan harga minyak telah memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan prospek kenaikan suku bunga bank sentral.
Namun pelemahan harga emas dibatasi dengan permintaan safe haven emas dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz.
Ketegangan masih terus berlangsung di Selat Hormuz, dimana Iran mempertahankan kendali atas selat tersebut dan telah menyita dua kapal, sementara blokade AS terhadap pelabuhan Iran terus berlanjut, yang berkontribusi pada kenaikan harga energi dan peningkatan risiko inflasi.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata saat ini akan tetap berlaku tanpa batas waktu karena Washington menunggu proposal perdamaian baru dari Iran.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS terus berlangsung. Namun jika ketegangan AS-Iran terus meningkat, juga ketegangan di selat Hormuz berlangsung, akan meningkatkan permintaan safa hacen untuk emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.713-$4.687. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.769-$4.799.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.727-$4.701. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.785-$4.817.



