(Vibiznews-Kolom) Dalam 250 tahun pertamanya, Amerika Serikat mengalami periode-periode kemakmuran yang dinikmati secara luas, bergantian dengan era seperti Gilded Age, ketika ketimpangan pendapatan melonjak tajam. Dalam beberapa dekade terakhir, ketimpangan kembali meningkat. Pada 2024, rumah tangga yang berada di persentil ke-90 pendapatan memperoleh penghasilan 12,6 kali lebih besar dibanding rumah tangga di persentil ke-10. Angka ini meningkat dari 8,7 kali pada 1976, menurut data Biro Sensus AS.
Ketika Amerika memasuki fase berikutnya dalam sejarahnya, dengan kecerdasan buatan yang diperkirakan akan mengubah ekonomi dan membentuk ulang pasar tenaga kerja, kami meminta lima ekonom untuk menjelaskan cara terbaik mengurangi ketimpangan pendapatan—atau bahkan apakah hal itu perlu dilakukan sama sekali. Usulan mereka mencakup spektrum kebijakan yang luas, mulai dari mengenakan pajak terhadap kaum superkaya dan berinvestasi dalam pelatihan tenaga kerja, hingga membiarkan pasar bekerja secara bebas menciptakan peluang.
Satu benang merah yang menghubungkan kelima pandangan tersebut adalah keinginan menjadikan Amerika sebagai negeri peluang seperti yang dicita-citakan sejak negara itu berdiri. Itu merupakan satu hal yang dapat disepakati sebagian besar warga Amerika, meskipun mereka memiliki gagasan yang berbeda mengenai cara mencapainya.
Pajaki Para Miliarder
Perkembangan paling mencolok dalam meningkatnya ketimpangan di Amerika Serikat adalah munculnya kelas miliarder yang semakin kaya. Data Forbes 400 menunjukkan bahwa kekayaan riil 0,0002% warga Amerika terkaya—sekitar 400 orang terkaya saat ini—telah meningkat 15 kali lipat sejak 1982. Dalam periode yang sama, pendapatan rata-rata keluarga Amerika bahkan belum mencapai dua kali lipat. Ledakan perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir semakin memperbesar kekayaan kelompok miliarder tersebut.
Meski menikmati kenaikan kekayaan yang luar biasa besar, kelompok miliarder dikenakan pajak relatif rendah. Hal ini terjadi karena tarif pajak perusahaan yang rendah atas keuntungan bisnis mereka serta kemampuan mereka menunda atau menghindari pajak penghasilan pribadi dengan mempertahankan laba di dalam perusahaan. Kami memperkirakan mereka hanya membayar sekitar 24% dari total pendapatan ekonomi mereka dalam bentuk pajak, lebih rendah dibanding rata-rata tarif pajak keseluruhan yang mencapai 30%.
Dalam konteks tersebut, pajak kekayaan yang secara khusus menargetkan kelompok superkaya telah diusulkan baik di tingkat federal maupun negara bagian, termasuk yang terbaru melalui inisiatif pemungutan suara pajak miliarder di California.
Pajak kekayaan yang diterapkan secara efektif terhadap seluruh aset merupakan cara paling langsung untuk membuat kelas miliarder berkontribusi lebih besar. Kebijakan ini juga berpotensi menghasilkan penerimaan yang besar, yang dapat digunakan untuk mendanai program-program pengurangan ketimpangan pendapatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Pada saat AI berpotensi mengubah ekonomi secara radikal dan memusatkan keuntungan pada segelintir orang di puncak, pajak kekayaan yang efektif bagi kaum superkaya mungkin menjadi instrumen yang dibutuhkan.
Jangan Membunuh Angsa Bertelur Emas
Para miliarder hanya mempertahankan sebagian kecil dari manfaat yang mereka ciptakan bagi masyarakat melalui pendirian perusahaan-perusahaan inovatif. Sebagian besar kekayaan mereka tetap diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan untuk memberikan layanan yang lebih baik di masa depan. Jadi, di mana sebenarnya masalahnya?
Tentu kita harus peduli terhadap mereka yang kurang beruntung secara ekonomi. Namun bagaimana seorang anak yang bekerja di tempat pencucian mobil di Fresno bahkan mengetahui berapa jumlah miliarder atau seberapa besar kekayaan mereka?
Yang perlu dikhawatirkan adalah peluang. Serikat guru merusak kualitas sekolahnya. Pembatasan pembangunan perumahan membuat perpindahan ke daerah dengan pekerjaan yang lebih baik menjadi sulit. Regulasi bisnis, pajak, upah minimum, dan lisensi pekerjaan membatasi peluangnya. Program bantuan sosial membuatnya terjebak karena setiap tambahan penghasilan sering kali diimbangi dengan berkurangnya manfaat yang diterima. Jika ingin menciptakan peluang, langkah pertama adalah menyingkirkan hambatan-hambatan tersebut.
Banyak pihak yang khawatir terhadap ketimpangan percaya bahwa kehidupan anak tersebut bisa diperbaiki dengan memajaki para inovator untuk membiayai bantuan pemerintah tambahan, selama ia tetap miskin. Namun jumlah miliarder tidak cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan anggaran pemerintah yang terus membesar. Gambaran seperti itu justru menciptakan masyarakat yang stagnan, minim inovator, dan dipenuhi kemiskinan yang mengakar, yang hanya sedikit diringankan oleh bantuan pemerintah yang semakin terbatas.
Sebagian orang juga berpendapat bahwa pajak yang lebih tinggi diperlukan untuk mengurangi pengaruh politik kaum kaya. Namun langkah itu justru memberikan lebih banyak kekuasaan kepada pemerintah. Ketimpangan yang diperoleh secara sah tidak mengancam demokrasi. Pajak yang bersifat menyita kekayaanlah yang berpotensi menjadi ancaman. Jangan membunuh angsa yang bertelur emas.
Fokus pada Mobilitas Sosial ke Atas
Warga Amerika mungkin berbeda pendapat mengenai seberapa besar pendapatan yang harus didistribusikan kembali melalui pajak. Namun hanya sedikit yang menolak gagasan bahwa siapa pun yang bekerja keras seharusnya memiliki kesempatan yang adil untuk maju, terlepas dari pendapatan orang tua atau kode pos tempat mereka lahir.
Sayangnya, peluang di Amerika masih sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berada di luar kendali seorang anak.
Kabar baiknya, kini terdapat bukti yang jelas mengenai cara memperbaiki kondisi tersebut. Program voucher perumahan yang memungkinkan keluarga berpenghasilan rendah pindah ke lingkungan yang lebih baik terbukti meningkatkan pendapatan anak-anak mereka sepanjang hidup. Program revitalisasi lingkungan yang menciptakan komunitas dengan tingkat pendapatan beragam membantu anak-anak meraih hasil yang lebih baik di sekolah maupun pasar kerja. Investasi pada pendidikan dasar dan menengah meningkatkan peluang kuliah serta pendapatan selama bertahun-tahun. Program pelatihan tenaga kerja yang dirancang bersama perusahaan juga dapat meningkatkan penghasilan secara signifikan hanya dalam waktu satu tahun.
Upaya yang paling efektif biasanya menggabungkan investasi finansial atau modal manusia dengan modal sosial, seperti mentor, jaringan, dan institusi yang menghubungkan individu dengan peluang. Banyak program semacam ini pada akhirnya membiayai dirinya sendiri karena pendapatan yang lebih tinggi menghasilkan penerimaan pajak yang lebih besar dan mengurangi kebutuhan terhadap program bantuan sosial.
Daripada terus memperdebatkan redistribusi pendapatan, kita seharusnya memperluas program-program yang telah terbukti meningkatkan mobilitas sosial. Langkah tersebut pada akhirnya akan mengurangi ketimpangan pendapatan, memperkuat tenaga kerja, menekan pengeluaran publik jangka panjang, serta mendorong inovasi dan kewirausahaan.
Pecah Kekuatan Monopoli
Seiring waktu, ketimpangan pendapatan akan berubah menjadi ketimpangan kekayaan yang semakin mengakar. Kondisi ini menurunkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi karena menghambat penempatan sumber daya manusia pada posisi terbaiknya serta mendistorsi pola konsumsi dan investasi.
Untuk mencegah sebagian pelaku ekonomi memiliki kekuatan yang terlalu besar atas pasar, kita perlu menghidupkan kembali perangkat kebijakan antimonopoli yang dikembangkan pada akhir abad ke-19. Selain itu, penting memastikan bahwa kelompok berpenghasilan tertinggi membayar pajak secara layak dan bahwa hukum yang ada benar-benar ditegakkan untuk mencegah penghindaran pajak.
Kita juga perlu membalik tren jangka panjang melemahnya serikat pekerja dan memberi pekerja suara yang lebih besar dalam menentukan kondisi kerja mereka. Hal ini mencakup kemudahan membentuk dan bergabung dengan serikat pekerja serta memastikan lembaga hubungan industrial nasional memiliki sumber daya yang memadai. Serikat pekerja yang kuat memainkan peran penting dalam menurunkan ketimpangan pendapatan pada pertengahan abad ke-20, dan mereka dapat kembali menjalankan fungsi tersebut saat ini.
Selanjutnya, investasi harus diarahkan kepada manusia dan wilayah. Itu berarti mengatasi kurangnya pendanaan layanan kesehatan bagi mereka yang tidak memperoleh perlindungan kesehatan melalui perusahaan tempat mereka bekerja, serta meningkatkan investasi pendidikan karena universitas negeri dan sekolah publik yang berkualitas terbukti mendorong mobilitas ekonomi yang tinggi. Komunitas yang tertinggal akibat perpindahan produksi ke negara berbiaya tenaga kerja rendah juga perlu dihidupkan kembali.
Dalam beberapa dekade mendatang, salah satu faktor terbesar yang akan memengaruhi ketimpangan dan kesejahteraan ekonomi adalah bagaimana kita membangun ekonomi energi bersih. Dampak perubahan iklim dirasakan secara tidak merata, dengan komunitas berpenghasilan rendah menanggung kerusakan lebih besar dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama. Pada saat yang sama, keberhasilan membangun ekonomi berbasis energi bersih akan menjadi salah satu penentu utama kekuatan kelas menengah Amerika di masa depan.
Latih Ulang Pekerja untuk Era AI
Jika melihat ke belakang, masalah ketimpangan muncul karena dua kekuatan besar yang berlangsung selama beberapa dekade: kemajuan teknologi dan globalisasi. Mereka yang memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan tersebut memperoleh manfaat besar, sementara mereka yang terdampak negatif tertinggal.
Ke depan, AI tampak sebagai teknologi yang akan membawa manfaat luar biasa. Namun pada saat yang sama, teknologi ini juga berpotensi menyebabkan disrupsi besar, bahkan mungkin jauh lebih cepat dibanding perubahan yang pernah terjadi pada periode sebelumnya. Karena itu, saya khawatir ketimpangan akan semakin melebar.
Apa yang harus dilakukan? Pertama, manfaat teknologi dan penelitian harus menjangkau lebih banyak orang. Kita perlu membangun pusat-pusat riset terapan di seluruh negeri untuk membantu setiap wilayah bersaing, bekerja sama dengan perusahaan lokal dan tenaga kerja setempat agar mereka mampu beradaptasi dengan AI dan teknologi baru. Kita juga harus mendukung pelatihan sepanjang hayat sehingga pekerja dapat mengasah keterampilan yang tidak mudah diotomatisasi atau digantikan oleh AI.
Terakhir, kita harus melakukan lebih banyak upaya untuk membawa masyarakat masuk ke dunia kerja. Program kredit pajak bagi pekerja berpenghasilan rendah pada awalnya dirancang sebagai dukungan terhadap pekerjaan, tetapi seiring waktu lebih berfungsi sebagai dukungan keluarga. Menurut saya, dukungan terhadap aktivitas kerja itu sendiri perlu diperkuat, bukan sekadar disesuaikan dengan jumlah anak yang dimiliki seseorang. Hal ini mungkin memerlukan program kredit pajak yang jauh lebih besar.
Sebagai masyarakat, kita perlu memutuskan apakah benar-benar peduli terhadap ketimpangan peluang. Jika jawabannya ya, maka kita harus bersedia mengeluarkan sumber daya untuk memperbaikinya.







