(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS bergerak turun pada hari Selasa, masih terpicu kesepakatan damai AS-Iran yang mengurangi permintaan safe haven, juga melemahnya data tenaga kerja dan perumahan AS.
Indeks dolar AS bergerak turun 0,10% pada 99,55.
Pada hari Senin, dolar AS berada di bawah tekanan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah mencapai kesepakatan damai dengan Iran yang akan memulihkan akses melalui Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut diperkirakan akan ditandatangani di Swiss pada hari Jumat.
Sementara itu data tenaga kerja dan perumahan AS yang dirilis malam ini terealisir melemah, yang menekan dolar AS.
Menurut ADP Research Institute, perusahaan swasta AS menambah rata-rata 25.500 pekerjaan per minggu dalam empat minggu yang berakhir pada 30 Mei 2026, sedikit menurun dari kenaikan mingguan sebesar 29.000 pada periode sebelumnya. Ini menandai minggu keempat berturut-turut pertumbuhan lapangan kerja melambat.
Izin pembangunan di AS menurun 0,7% dari bulan ke bulan menjadi tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,413 juta pada Mei 2026, di bawah ekspektasi pasar sebesar 1,42 juta, menurut angka sementara.
Pembangunan rumah baru di AS turun 15,4% secara bulanan pada Mei 2026, mencapai tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,177 juta unit, terendah sejak Mei 2020.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan tercapainya kesepakatan damai AS-Iran untuk mengakhiri perang, yang menurunkan permintaan safe haven dolar. Pelemahan data tenaga kerja dan perumahan AS juga menekan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 99,46-99,36. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 99,72-99,88.








