Cetak Rekor Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, IDClear Gelar RUPST 2026 dan Tunjuk Jajaran Direksi Baru

70

(Vibiznews – IDX) – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (IDClear) sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Senin, 22 Juni 2026, memaparkan capaian laporan keuangan tahun buku 2025, sekaligus menetapkan nakhoda baru untuk masa jabatan periode 2026-2030.

Rapat dipimpin langsung oleh Presiden Komisaris IDClear Hoesen, didampingi oleh Komisaris Uriep Budhi Prasetyo.  Rapat ini dihadiri oleh jajaran pemegang saham utama perusahaan, mulai dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia, hingga sejumlah bank nasional papan atas seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Bank Permata, Maybank Indonesia, Bank CIMB Niaga, dan Bank Danamon.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Direktur Utama IDClear periode 2022-2026, Iding Pardi, perusahaan mencatatkan kinerja finansial yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025.

Peningkatan aktivitas perdagangan di pasar modal domestik menjadi katalis utama pertumbuhan ini. Pendapatan bersih tercatat mencapai Rp949,55 miliar, tumbuh kokoh sebesar 36,21% secara year-on-year (yoy).

Laba bersih juga dilaporkan melonjak 75,79% mencapai Rp262,22 miliar, merupakan pencapaian laba bersih tertinggi dalam sejarah berdirinya perusahaan.

Atas hasil tersebut, pemegang saham menyetujui alokasi penggunaan laba bersih untuk dialihkan ke Cadangan Wajib (Statutory Reserve) serta Cadangan Penjaminan (Guarantee Reserve) demi memperkuat struktur modal dan ketahanan sistem penyelesaian transaksi di masa depan.

RUPST secara resmi menyetujui perubahan susunan arah melalui ekspansi struktur organisasi berupa penambahan direktorat baru.

Berikut susunan Dewan Direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (IDClear) untuk masa jabatan 2026 hingga 2030:

Direktur Utama: Antonius Herman Azwar
Direktur Kliring, Penjaminan, dan Pengawasan: Satya Birawa
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Proyek: Irmawati
Direktur Keanggotaan, Riset, dan Dukungan Bisnis: Ignatius Denny Wicaksono

Di bawah jajaran komando direksi yang baru, IDClear memancangkan komitmen jangka panjang untuk tidak lagi berfungsi sebagai penyedia jasa kliring konvensional (Penyedia Kliring).

Perusahaan diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat kliring, manajemen risiko, serta manajemen kolateral terintegrasi (Central Clearing, Risk Management, dan Collateral Management Hub).

Strategi ini dirancang untuk menyatukan konektivitas pasar keuangan domestik, regional, hingga global dengan standar internasional guna mengoptimalkan likuiditas, aliran modal, serta menjaga stabilitas daya saing pasar keuangan Indonesia di kancah global.