Harga Minyak Mentah Senin Anjlok Terpicu Meredanya Konflik Timur Tengah

86

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah anjlok pada hari Senin, 27 Juli 2026, karena tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS anjlok 5,62% pada $84,29 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok 5,43% pada $86,70 per barel.

AS menghentikan serangannya terhadap Iran, sementara Teheran mengatakan telah menghentikan serangan militer balasan dan terlibat dalam pembicaraan dengan Oman mengenai Selat Hormuz.

Kondisi pasokan juga membaik setelah pemuatan minyak mentah dilanjutkan di terminal Caspian Pipeline Consortium di pantai Laut Hitam Rusia, pusat ekspor utama untuk minyak Kazakhstan yang baru-baru ini terganggu oleh serangan pesawat tak berawak Ukraina.

Terlepas dari penurunan pada hari Senin, harga minyak tetap naik lebih dari 20% bulan ini karena gangguan pasokan meluas dari Selat Hormuz ke Laut Merah, rute alternatif yang semakin penting untuk ekspor minyak mentah Arab Saudi.

Houthi Yaman yang didukung Iran mengklaim telah menargetkan fasilitas yang terkait dengan Saudi Aramco di Jizan dan Yanbu, meskipun baik Arab Saudi maupun Aramco tidak mengkonfirmasi serangan tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah dapat bergerak merosot terpicu meredanya ketegangan AS-Iran di Timur Tengah sehingga mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $82,21-$80,12. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $86,29-$88,28.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $84,70-$82,70. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $88,65-$90,60.