(Vibiznews – Index) Bursa Saham Korea Selatan ditutup anjlok secara dramatis pada perdagangan hari Selasa, 28 Juli 2026, tertekan oleh gelombang aksi jual masif yang melanda saham-saham sektor semikonduktor dan teknologi secara global.
Indeks acuan Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) ambles 732,09 poin, atau 10,84 persen lebih rendah, dan ditutup pada level 6.023,66.
Indeks dibuka merosot pada level 6.400,27 dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.755,75. KOSPI sempat mencatatkan level tertinggi intraday di 6.413,57 sebelum akhirnya terperosok sangat dalam hingga sempat menembus ke bawah level psikologis 6.000 dan menyentuh level terendah harian di 5.992,91. Total volume perdagangan yang tercatat pada sesi hari ini mencapai 324.207 lembar saham.
Para analis mencatat bahwa kejatuhan tajam ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar global mengenai efisiensi dan pengembalian atas investasi belanja modal infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kecemasan mengenai apakah valuasi saham teknologi yang tinggi dapat menghasilkan profitabilitas yang sepadan memicu aksi lepas portofolio secara agresif, yang berdampak langsung pada emiten semikonduktor utama Korea Selatan.
Sentimen bursa semakin tertekan oleh ancaman persaingan ketat dari China menyusul debut penawaran umum perdana (IPO) produsen cip memori ChangXin Memory Technologies (CXMT) serta laporan mulainya produksi massal peralatan litografi DUV lokal di negara tersebut. Perkembangan ini memicu ketakutan investor terhadap potensi tergerusnya pangsa pasar dan dominasi raksasa cip lokal seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.
Derasnya gelombang kepanikan jual bahkan memaksa Otoritas Bursa Korea (Korea Exchange) untuk mengaktifkan mekanisme sell-side sidecar dan menghentikan sementara aktivitas perdagangan (circuit breaker) selama 20 menit setelah indeks terhempas melampaui batas penurunan 8 persen, demi menahan laju penurunan mekanis di lantai bursa.








