Rekomendasi Forex EUR/USD 31 Juli 2026 : Dapat Tertekan Penguatan Dolar AS; Harapkan Kenaikan Inflasi

103

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik hari Kamis, terbantu pelemahan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD menguat ke level tertinggi 6 minggu dan ditutup naik 0,52% pada 1.1529.

Euro mendapat dukungan hari ini dari dolar yang melemah tajam.

Selain itu, data ekonomi hari ini yang menunjukkan PDB Zona Euro kuartal kedua tumbuh lebih dari yang diperkirakan dan indikator kepercayaan ekonomi Zona Euro bulan Juli naik lebih dari yang diperkirakan ke level tertinggi 5 bulan juga bersifat bullish untuk euro.

Ditambah lagi, penurunan harga minyak mentah sebesar -1% pada hari Kamis mendukung perekonomian Zona Euro dan euro karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.

PDB Zona Euro kuartal kedua naik +0,4% q/q dan +1,0% y/y, lebih kuat dari ekspektasi +0,2% q/q dan +0,7% y/y.

Indikator kepercayaan ekonomi Zona Euro bulan Juli naik +1,5 ke level tertinggi 5 bulan di 96,9, lebih kuat dari ekspektasi 96,0.

Tingkat pengangguran Zona Euro bulan Juni tidak berubah di 6,3%, sedikit lebih lemah dari ekspektasi 6,2%.

Indeks Harga Konsumen (CPI) Jerman bulan Juli (harmonisasi Uni Eropa) naik menjadi +2,8% y/y dari +2,4% y/y pada bulan Juni, tepat sesuai ekspektasi.

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga ECB sebesar +25 basis poin sebesar 84% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 10 September.

Peningkatan proyeksi kenaikan suku bunga bulan September dapat mendorong kenaikan dolar AS. Alat FedWatch CME memperhitungkan probabilitas 63,4% kenaikan suku bunga +25 bp pada pertemuan FOMC berikutnya pada 15-16 September, meningkat dari sekitar 57% minggu lalu dan 51% bulan lalu.

Ketegangan AS-Iran yang masih berlangsung akan dapat meningkatkan lagi permintaan safe haven dolar AS. Ketegangan yang masih terjadi di Timur Tengah juga akan dapat menaikkan harga minyak mentah, yang dapat meningkatkan proyeksi inflasi dan suku bunga.

Sore nanti akan dirilis data Inflasi Juli Zona Euro yang diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, pergerakan mata uang Euro dapat turun tertekan penguatan dolar AS seiring kenaikan proyeksi suku bunga The Fed. Namun jika data Inflasi Juli Zona Euro terealisir meningkat, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1464-1.1398. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1566-1.1602.