Harga Kopi Arabika Jumat Bergerak Turun Terpicu Dukungan Panen dan Pelemahan Real Brasil

36
kopi Arabika, kopi Robusta

(Vibiznews – Commodity) Harga kontrak berjangka kopi arabika di bursa Intercontinental Exchange New York berakhir melemah terbatas pada sesi perdagangan hari Jumat, 31 Juli 2026. Komoditas kopi saat ini tengah mengalami fase konsolidasi setelah sebelumnya sempat melonjak tajam menyentuh level tertinggi dalam dua minggu terakhir akibat kekhawatiran cuaca ekstrem pada awal pekan.

Pergerakan harga kopi arabika hari ini terpantau berada di kisaran 323,05 hingga 324,15 sen dolar AS per pon. Kontrak acuan untuk pengiriman September 2026 ditutup melemah sebesar 0,84 persen atau turun 2,75 sen ke level 323,05 sen dolar AS per pon. Sementara itu, kontrak pengiriman Desember 2026 juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,28 persen atau turun 0,85 sen menjadi 307,70 sen dolar AS per pon. Sepanjang hari, rentang perdagangan bergerak cukup fluktuatif di antara 324,15 hingga 338,78 sen dolar AS per pon. Meskipun mengalami tekanan harian, secara akumulasi pada bulan Juli 2026 komoditas ini masih membukukan performa positif dengan kenaikan sekitar 4,24 persen dibandingkan akhir bulan lalu yang terus ditopang oleh fundamental ketatnya stok global.

Tekanan jual pada perdagangan kali ini utamanya didorong oleh membaiknya proyeksi cuaca di Brasil. Ramalan cuaca terbaru memprediksi bahwa wilayah perkebunan utama seperti Minas Gerais akan memasuki periode yang lebih kering dan hangat pada minggu depan. Kondisi yang kondusif ini dinilai akan sangat memudahkan para petani untuk kembali mempercepat aktivitas panen yang sebelumnya sempat terhambat oleh guyuran hujan lebat. Selain itu, pelemahan mata uang Real Brasil turut memberikan beban tambahan bagi pergerakan harga di bursa. Nilai tukar Real Brasil dilaporkan merosot ke level terendah dalam dua setengah minggu terhadap dolar AS. Situasi mata uang ini secara langsung mendorong para eksportir lokal di Brasil untuk segera melepas pasokan kopi mereka ke pasar global demi memaksimalkan keuntungan konversi ke dalam mata uang domestik.

Meredanya kekhawatiran terkait hambatan cuaca dan panen tersebut seketika memicu para pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung. Para investor mulai melakukan likuidasi posisi beli mereka di pasar berjangka demi memanfaatkan momentum reli harga signifikan yang telah terjadi pada sesi-sesi perdagangan sebelumnya.

Kendati demikian, koreksi penurunan harga kopi arabika pada hari ini berhasil tertahan agar tidak jatuh lebih dalam berkat sentimen dari tingkat persediaan. Tingkat inventaris kopi yang disertifikasi di gudang berjangka bursa saat ini masih tertahan di level terendahnya dalam dua setengah tahun terakhir. Kritisnya cadangan fisik ini terus menjadi faktor penahan yang kuat bagi pergerakan harga komoditas ini di pasar global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan pekan depan, harga kopi arabika dapat melanjutkan pergerakan konsolidasinya merespons tarik-menarik antara membaiknya cuaca di Brasil dan aksi ambil untung, melawan ketatnya ketersediaan stok fisik di gudang bursa. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $3.15-$3.10. Namun jika bergerak berbalik arah menjadi naik, harga akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.35-$3.40.