Rekomendasi Harga Gula 4 Agustus 2026 : Naik Terpicu Defisit Pasokan Global

60

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi internasional melonjak tajam ke level tertinggi dalam tiga minggu terakhir pada penutupan perdagangan Senin malam waktu New York, tertopang oleh sentimen revisi proyeksi neraca pasokan global yang kini memperkirakan defisit gula yang lebih parah untuk musim 2026/2027.

Harga kontrak berjangka gula mentah dunia atau raw sugar NY-11 di bursa Intercontinental Exchange (ICE) ditutup melesat 2,39 persen atau naik 0,35 sen menjadi 15,01 sen dolar AS per pon, level penutupan tertinggi dalam tiga pekan terakhir. Sejalan dengan penguatan di bursa New York, harga gula putih atau white sugar #5 di bursa London juga melesat 1,71 persen atau naik 7,90 dolar AS menjadi 469,50 dolar AS per metrik ton, mencetak rekor tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Lonjakan harga gula global ini secara garis besar dipicu oleh sejumlah faktor fundamental yang secara serentak membebani proyeksi pasokan dunia. Lembaga analisis komoditas terkemuka ramai-ramai memangkas estimasi pasokan mereka. Covrig Analytics kini memproyeksikan defisit gula global sebesar 300 ribu metrik ton untuk musim 2026/2027, berbalik arah dari proyeksi surplus pada Juni lalu yang sebesar 100 ribu metrik ton. Sementara itu, Green Pool Commodity Specialists bahkan menaikkan perkiraan defisit global secara lebih masif menjadi 3,3 juta metrik ton.

Selain itu, dilema alokasi antara produksi bioetanol dan gula konsumsi turut menjadi sorotan pelaku pasar. Kekhawatiran atas mahalnya harga bahan bakar di tengah ketegangan makro global membuat pabrik-pabrik penggilingan tebu di Brasil, sebagai produsen terbesar dunia, diperkirakan akan mengalihkan lebih banyak tebu untuk produksi etanol ketimbang gula konsumsi. Di sisi lain, gangguan cuaca akibat ancaman El Nino di India dan Thailand pada tahun 2026 juga diperkirakan akan memangkas total produksi gula global sebesar 1,15 persen secara tahunan menjadi hanya 180 juta metrik ton.

Sentimen kenaikan harga gula di pasar global ini berpotensi turut menjadi katalis positif bagi pergerakan saham emiten perkebunan tebu dan produsen gula di bursa domestik Indonesia pada perdagangan hari ini, seiring ekspektasi membaiknya prospek harga jual komoditas tersebut ke depan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah masih berpotensi melanjutkan tren penguatan seiring belum meredanya sentimen defisit pasokan global yang membayangi pasar. Harga gula mentah diperkirakan bergerak menguji kisaran Resistance 15,15-15,30. Namun, apabila muncul aksi ambil untung (profit taking) dari para pelaku pasar setelah lonjakan tajam, pergerakan berpotensi terkoreksi kembali menuju kisaran Support 14,80-14,90.