(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (11/8), terpantau melemah signifikan 97,494 poin (1,53%) ke level 6.267,880 setelah dibuka naik ke level 6.383.810.
IHSG bergerak terkoreksi 2 hari ke level seminggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara investor meragukan perkembangan deal antara AS-Iran dan tidak jelasnya pembukaan Selat Hormuz, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi terbatas.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terkoreksi 0,42% atau 75 poin ke level Rp 17.830, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, menjauhi level 6 minggu terendahnya di tengah memanasnya lagi tensi geopolitik Timur Tengah yang mengangkat permintaan dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.755, serta terpantau terkoreksi dari area 7,5 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 18,436 poin (0,29%) ke level 6.383.810. Sedangkan indeks LQ45 turun 3,180 poin (0,50%) ke level 637,110. Siang ini IHSG melemah 55,469 poin (0,87%) ke level 6.309,905. Sementara LQ45 terlihat turun 10,000 poin (1,56%) poin ke level 630,290.
IHSG kemudian tambah merosot dan ditutup melemah 97,494 poin (1,53%) ke level 6.267,880. Sementara LQ45 terlihat turun 2,41% atau 15,440 poin ke level 624,850. Tercatat saat ini sebanyak 141 saham naik, 542 saham turun dan 108 saham stagnan.
Sedangkan, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Kospi yang naik 0,73%, dan Hang Seng yang turun 1,10%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke level seminggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara investor meragukan perkembangan deal antara AS-Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi terbatas.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan konsolidasi dan berupaya rebound pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,212 dan bila tembus ke level 6,029.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






