(Vibiznews – Commodity) – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO untuk kontrak acuan pengiriman Oktober 2026 di Bursa Malaysia Derivatives terpantau bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (12/8/2026). Kontrak acuan tersebut mengalami penurunan sebesar 1,16 persen dan berada pada level RM4.693 per metrik ton. Koreksi ini sekaligus memotong tren penguatan yang sempat berlangsung selama dua hari berturut-turut di awal pekan.
Pelemahan harga CPO dunia hari ini utamanya dipicu oleh aksi ambil untung dari para pelaku pasar setelah reli yang berlangsung sejak Senin. Momentum penguatan yang sempat terbangun dalam dua sesi sebelumnya membuat sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan, sehingga menekan harga kontrak berjangka pada perdagangan hari ini. Tekanan jual ini semakin diperberat oleh pelemahan harga minyak nabati pesaing, di mana kontrak minyak sawit olein di bursa Dalian, Tiongkok, tercatat melemah 0,52 persen. Selisih harga yang semakin tipis antara minyak sawit dan minyak kedelai di bursa Chicago turut membuat daya saing CPO di pasar global menjadi sedikit tertahan.
Selain sentimen dari pasar minyak nabati, koreksi harga CPO turut dipengaruhi oleh melimpahnya stok domestik Malaysia. Berdasarkan data terbaru Malaysian Palm Oil Board, persediaan kelapa sawit Malaysia untuk bulan Juli tercatat naik 3,32 persen menjadi 2,63 juta ton, seiring dengan lonjakan produksi bulanan yang turut menambah pasokan di pasar. Kombinasi antara aksi ambil untung, pelemahan minyak nabati pesaing, dan tingginya stok ini menjadi faktor utama yang menyeret harga CPO ke zona merah pada perdagangan hari ini.
Meski demikian, pelemahan harga CPO secara global masih dibatasi oleh sejumlah faktor fundamental jangka panjang. Kinerja ekspor Malaysia untuk bulan Juli melonjak 14,5 persen secara bulanan menjadi 1,39 juta ton, sementara aktivitas restocking dari India sebagai importir utama terus berlangsung menjelang musim festival kuartal ketiga, sehingga menjaga permintaan tetap solid. Dari sisi pasokan jangka panjang, produsen sawit global SD Guthrie menyatakan bahwa dampak lanjutan dari fenomena cuaca El Nino diperkirakan masih akan menekan produktivitas hasil panen pada periode 2027 hingga 2028, sebuah sentimen yang turut menahan harga CPO agar tidak terkoreksi lebih dalam pada perdagangan hari ini.







