Rekomendasi Harga Kopi Arabika 8 September 2026

76
kopi hitam, biji kopi

(Vibiznews – Commodity) Harga kontrak berjangka kopi arabika di bursa komoditi ICE New York terpantau bergerak melemah pada perdagangan hari Selasa (8 September 2026). Komoditas kopi kembali tertekan hingga tergelincir ke bawah level psikologis $3,00 per pon seiring meluasnya sentimen peningkatan ketersediaan pasokan di pasar global.

Harga kopi arabika acuan bergerak turun sekitar 1,53 persen ke level 291,08 sen dolar AS per pon atau berada di kisaran $2,91 per pon. Meskipun sempat berada dalam tren kenaikan yang ekstrem selama setahun terakhir akibat krisis pasokan global, harga kini memasuki fase konsolidasi menyusul meluasnya ekspektasi pemulihan suplai dari negara produsen utama.

Faktor paling dominan yang menekan harga adalah adanya revisi kenaikan estimasi pasokan dari Brasil sebagai produsen kopi terbesar di dunia. Laporan dari lembaga riset komoditas StoneX memperkirakan ketersediaan pasokan yang lebih besar untuk siklus 2026/2027, yang memperkuat keyakinan pasar bahwa ketersediaan kopi global akan membaik dan mendorong harga menembus ke bawah batas 300 sen.

Sentimen pelemahan harga tersebut kian diperkuat oleh kondisi cuaca yang menguntungkan di wilayah perkebunan utama Brasil. Curah hujan di kawasan perkebunan dilaporkan berada di atas rata-rata normal, yang dinilai sangat ideal bagi proses pembungaan utama (flowering) tanaman kopi untuk musim depan. Kondisi ini secara efektif meredam kepanikan pasar terhadap ancaman gangguan cuaca buruk.

Membaiknya prospek pasokan fisik jangka menengah tersebut seketika memicu aksi likuidasi posisi beli (long liquidation) secara luas oleh para manajer dana investasi dan spekulan bursa. Langkah para pelaku pasar yang melepas kembali kontrak berjangka mereka demi mengamankan keuntungan turut menambah tekanan jual di lantai bursa.

Kendati demikian, pelemahan harga kopi arabika hari ini berhasil tertahan dari koreksi yang lebih dalam berkat faktor penahan dari tingkat persediaan bursa. Stok fisik kopi bersertifikat di gudang pemantauan ICE terpantau masih berada di level yang sangat ketat, bahkan mendekati rekor terendah dalam beberapa dekade. Kritisnya cadangan fisik di gudang bursa ini menunjukkan bahwa ketersediaan pasokan siap serah di pasar spot internasional sebenarnya masih relatif terbatas.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika masih berpotensi bergerak melemah tertekan oleh proyeksi membesarnya hasil panen Brasil serta curah hujan yang mendukung fase pembungaan, meski ketatnya stok fisik ICE akan membatasi laju kejatuhan harga. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 288,00 hingga 285,00. Namun jika terjadi aksi beli teknikal, harga akan mencoba menguji area Resistance di kisaran 295,00 hingga 300,00.