(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (15/9), terpantau melemah 49,770 poin (0,76%) ke level 6.484,923 setelah dibuka naik ke level 6.544.774.
IHSG bergerak terkoreksi di hari kelima ke sekitar 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak dunia yang melaju lagi, tensi Timur Tengah yang panas, dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang semalam serempak terkoreksi dipimpin sektor teknologi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,10% atau 18 poin ke level Rp 17.675, dengan dollar AS di pasar uang Asia naik setelah menguat di sesi global sebelumnya, bangkit ke hampir 2 minggu tertingginya sebagai safe haven di tengah konflik Timur Tengah serta estimasi the Fed akan menaikkan suku bunganya pada Kamis dini hari WIB nanti.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.657, serta terpantau terkoreksi ke area seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat 10,081 poin (0,15%) ke level 6.544.774. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,200 poin (0,18%) ke level 660,230. Siang ini melemah 49,770 poin (0,76%) ke level 6.484,923. Sementara LQ45 terlihat turun 5,960 poin (0,90%) poin ke level 653,070.
Tercatat saat ini sebanyak 324 saham naik, 300 saham turun dan 164 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang naik 0,17%, dan Hang Seng yang turun 0,39%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke sekitar 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di tengah harga minyak dunia yang melaju karena tensi Timur Tengah panas, dan kemungkinan naiknya suku bunga the Fed minggu ini, serta mencermati Wall Street yang terkoreksi dipimpin sektor teknologi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya mengurangi loss-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.787 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,373 dan bila tembus ke level 6,230.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group








