Rekomendasi Harga Minyak 16 September 2026 : Waspadai Profit Taking; Dapat Naik Terpicu Pengetatan Pasokan

112

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah naik mencapai level tertinggi dalam 3,75 bulan dan ditutup melonjak pad hari Selasa, terpicu pengetatan pasokan global akibat ekspor energi dari Timur Tengah yang masih terbatas.

Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup melonjak 4,38% pada $105,83 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup melonjak 2,90% pada $108,75 per barel.

Harga minyak mentah melonjak akibat kekhawatiran bahwa pasokan minyak global akan semakin ketat setelah Arab Saudi menutup jalur pipa utama Timur-Barat (*East-West pipeline*), yang mengganggu rute vital yang menghindari Selat Hormuz.

Jalur pipa Timur-Barat sepanjang 750 mil, yang mengalirkan 7 juta barel minyak mentah per hari, ditutup pada Jumat malam lalu sebagai langkah pencegahan menyusul serangan oleh Houthi; pejabat Saudi tidak memberikan indikasi kapan jalur tersebut akan dibuka kembali. Jalur pipa ini mengalirkan minyak dari Teluk Persia menuju Laut Merah, tempat minyak dapat dimuat ke kapal tanker.

Pada hari Selasa, Saudi Aramco menyatakan menunda pengiriman minyak ke beberapa pelanggan Eropa akibat penutupan jalur pipa tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. Namun perlu diwaspadai aksi profit taking setelah harga minyak melonjak tinggi.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $102,44-$99,06. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $107,98-$110,14.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran support $106,08-$103,42. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $110,43-$112,12.