(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir naik tipis pada akhir pekan hari Jumat, 30 Oktober 2026, rebound dari level terendah satu bulan, namun tetap mencatat pelemahan tajam sepanjang pekan.
Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup naik 1,75 poin atau 0,61% ke level $287,20 per pon, setelah sehari sebelumnya turun ke level terendah satu bulan di sekitar 285,45. Dalam sepekan, harga turun sekitar 6,6% dari penutupan 23 Oktober di 307,45, dan sekitar 9,7% di bawah level tertinggi 20 Oktober di 318,20. Sementara itu, harga kopi robusta kontrak Januari 2027 ditutup naik 28 poin atau 0,88%.
Penurunan tajam dalam dua pekan terakhir dipicu aksi likuidasi posisi beli setelah reli pertengahan Oktober, ekspektasi kenaikan stok ICE, dan pelemahan real Brasil yang mendorong eksportir menjual lebih banyak. Pada sesi Rabu, 28 Oktober, harga arabika turun 2,38% ke 286,75, level terendah dua pekan. Tekanan juga datang dari tanda-tanda bahwa penurunan stok bersertifikat ICE mulai melambat. Stok arabika ICE tercatat 239.748 karung pada 21 Oktober, naik dari level terendah 5 pekan di 234.901 karung, dan hampir 28.000 karung sedang menunggu proses grading.
Pasokan global tetap melimpah. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 48,6 mm atau 148% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 18 Oktober, sehingga mendukung pembungaan untuk panen musim 2026/27. USDA memperkirakan produksi kopi dunia 2026/27 naik 6% ke rekor 189,7 juta karung, sedangkan Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai rekor 67,6 juta karung dan International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan surplus global 3 juta karung pada musim 2025/26. Untuk robusta, panen di Vietnam mulai memasuki puncak dan stok robusta ICE naik ke level tertinggi 13 bulan.
Di sisi lain, stok arabika ICE masih hanya sedikit di atas rekor terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung (15 September). Pasokan Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, juga ketat setelah produksi 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung. Pelaku pasar pun mencermati tanggal *first notice* kontrak Desember pada 19 November, yang berpotensi memicu volatilitas terkait kecukupan stok bersertifikat. Ancaman El Niño terhadap pembungaan tanaman kopi Brasil juga masih membayangi.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung konsolidatif dengan bias tertekan seiring prospek pasokan Brasil yang besar dan stok ICE yang mulai pulih. Namun, setelah penurunan dalam dua pekan terakhir, peluang aksi beli teknikal serta kekhawatiran stok menjelang *first notice* membuat ruang rebound tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 283,17 hingga 279,13. Namun apabila muncul aksi beli merespons rendahnya stok bursa atau pemulihan real Brasil, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 291,37 hingga 295,53.








