Rekomendasi Harga Kopi Arabika 5 November 2026

98

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir melemah pada hari Rabu, 4 November 2026, dan jatuh ke level terendah lima pekan, tertekan ekspektasi peningkatan ekspor kopi dari Brasil.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 4,20 poin atau 1,48% ke level $279,75 per pon, memperpanjang penurunan setelah anjlok 2,79% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga kopi robusta kontrak Januari 2027 ditutup naik 18 poin atau 0,56% ke $3.243 per ton, setelah muncul aksi short covering ketika indeks dolar AS (DXY) turun ke level terendah lima pekan.

Harga sempat berada pada level terendah sesi sebelum pulih dari titik terburuk. Penurunan arabika dipicu kekhawatiran bahwa eksportir Brasil akan meningkatkan penjualan dan pengiriman, ditambah pelemahan real Brasil yang menjadi insentif bagi produsen dan eksportir untuk menjual kopi dalam dolar AS. Real sempat berada di dekat level terendah 10,25 bulan terhadap dolar AS pada awal pekan ini.

Prospek pasokan global tetap melimpah. Somar Meteorologia melaporkan curah hujan di Minas Gerais, sentra arabika utama Brasil, mencapai 48,6 mm atau 148% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 18 Oktober, sehingga mendukung pembungaan untuk panen musim 2026/27. USDA memperkirakan produksi kopi dunia 2026/27 naik 6% ke rekor 189,7 juta karung, sedangkan Conab memperkirakan produksi kopi Brasil 2026 mencapai rekor 67,6 juta karung dan produksi arabika naik 34,8% menjadi 48,21 juta karung. Ekspor kopi Vietnam pada Oktober juga naik sekitar 60% secara tahunan menjadi sekitar 1,9 juta karung.

Di sisi lain, stok yang ketat tetap menjadi penopang harga. Stok arabika bersertifikat ICE tercatat sekitar 220.917 karung pada 2 November, level terendah sejak 15 September ketika stok menyentuh rekor terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung. Kopi Brasil sudah mulai tiba di gudang ICE, namun belum muncul dalam jumlah signifikan pada stok bersertifikat. Pasokan Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, juga ketat setelah produksi 2025/26 turun 15% secara tahunan menjadi 12,65 juta karung. Pelaku pasar mencermati *first notice* kontrak Desember pada 19 November, serta ancaman El Niño terhadap pembungaan tanaman Brasil.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung tertekan seiring prospek ekspor Brasil yang meningkat, pelemahan real, dan panen besar. Namun, setelah turun ke level terendah lima pekan dan dengan stok ICE yang masih tipis, peluang aksi beli teknikal tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 276,28 hingga 272,82. Namun apabila muncul aksi beli merespons rendahnya stok bursa atau pemulihan real Brasil, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 284,33 hingga 288,92.