Dapatkah RI Keluar dari Middle Income Trap ?

836

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Indonesia saat ini disebut-sebut masuk ke dalam kategori negara yang terjebak di dalam kategori berpendapatan menengah atau middle income trap. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan apakah Indonesia bisa keluar dari jebakan ini pada 2030 mendatang.

Dalam sambutannya di sebuah diskusi, Perry mengungkapkan misi keluar dari middle income trap adalah hal yang mustahil, ini sesuai dengan perhitungan akademis.
Perry menjelaskan, untuk pendapatan per kapita Indonesia bisa tumbuh di atas US$ 10.400 di 2045 mendatang. Hingga 2017, pendapatan per kapita Indonesia baru mencapai US$ 3.876,8.
“Perhitungan kami jika kita hanya kerja seperti biasa, pada 2045 income perkapita baru US$ 10.400. Kalau kita bisa kerja lebih ya bisa lebih tinggi. Dengan pertumbuhan ekonomi 5,6% itu akan mendorong pendapatan tinggi pada 2045,” ujarnya.

BI menilai agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap, maka transaksi berjalan atau current account Indonesia harus surplus. Selama ini current account Indonesia masih defisit.
Menurut Perry jika Indonesia ingin keluar dari jebakan tersebut maka harus diimbangi dengan kerja yang sangat keras.

Sedangkan Mari Elka Pangestu, sebagai anggota Dewan Komisaris CSIS menjelaskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi maka penduduk Indonesia sudah harus beranjak dari pelayanan tradisional menuju digital ekonomi berperan untuk meningkatkan kesejahteraan. Dalam hal ini pemerintah juga harus mendorong produktifitas dan teknologi untuk pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Belinda Kosasih/Coordinating Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting Group

Editor : Asido Situmorang

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here