(Vibiznews – Forex) GBP/USD sempat berada di posisi di bawah 1.3300 di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Dolar AS semula menguat dengan sentimen pasar tetap dikuasai kekuatiran atas pertumbuhan ekonomi global karena perang Rusia – Ukraiana telah membuat rally harga minyak mentah.
Namun berkurangnya kemungkinan bahwa the Fed akan menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 50 bps pada bulan Maret membuat dollar AS melemah. Dengan perkembangan geopolitik belakangan ini, para investor kelihatannya yakin bahwa the Fed akan menahan diri untuk melakukan kebijakan moneter yang lebih agresif dalam memerangi inflasi yang terus tinggi. Hal ini membuat GBP/USD berhasil naik ke atas 1.3300 di sekitar 1.3352.
Setelah usaha naik kembali gagal pada hari Senin, GBP/USD telah kehilangan daya tariknya sebanyak 0.7% pada hari Selasa sebelum akhirnya meneruskan penurunannya pada hari Rabu pagi.
Investor bertambah prihatin dengan dampak negatip dari perang Rusia – Ukraina yang berkepanjangan terhadap inflasi dan ekonomi global. Menjelang pembicaraan damai ronde kedua, Rusia masih saja terus meningkatkan agresi nya terhadap Ukraina, tanpa mempedulikan sanksi keras yang dikenakan oleh Barat. Hal ini membebani harapan akan bisa ditemukannya solusi diplomatik. Laporan terakhir mengatakan bahwa pembicaraan damai ronde kedua yang diskedulkan pada hari Rabu, ditunda sampai ke akhir minggu.
Sejak dimulainya perang pada minggu lalu, dollar AS telah berhasil mengumpulkan kekuatannya setiap kali perkembangan terbaru menyebabkan ketegangan geopolitik meningkat. Indeks dollar AS naik 0.3% ke 97.65.
“Support” terdekat menunggu di 1.3300 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3270 dan kemudian 1.3200. “Resistance” terdekat menunggu di 1.3400 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3430 dan kemudian 1.3500.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



