(Vibiznews – Forex) Minggu yang sangat volatile bagi EUR/USD berakhir pada minggu lalu dengan EUR/USD diperdagangkan di 1.0560, tidak jauh dari kerendahan setahun di 1.0470. Pasangan matauang ini berhasil mengambil kembali kerugian mingguan sebelumnya namun secara keseluruhan masih berada dalam tekanan bearish.
Setelah turun dari 1.0800 ke 1.0534, memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu, EUR/USD tetap di bawah tekanan dan diperdagangkan di bawah 1.0550 karena menguatnya dolar AS secara luas dan konsisten. Walaupun dollar AS sempat melemah sebagai reaksi awal dari laporan Non-Farm Payrolls AS, indeks dollar AS berhasil menghapus kerugiannya di tengah sentimen pasar yang memburuk. Indeks dollar AS naik mencapai level tertinggi sejak akhir 2002 di atas 104.00 yang merefleksikan menguatnya dollar AS secara luas. Meskipun demikian beberapa komentar yang hawkish dari para pembuat kebijakan di ECB telah membantu membuat euro tangguh menghadapi penguatan dollar AS sehingga EUR/USD berhasil bertahan di atas 1.0550 dan diperdagangkan disekitar 1.0560.
EUR/USD terus diperdagangkan di teritori negatip di bawah 1.0550 di sekitar 1.0537 pada hari Senin, meskipun data ekonomi yang dirilis oleh AS mengecewakan. PMI manufaktur dari ISM turun ke 55.4 pada bulan April dari sebelumnya 57.1 pada bulan Maret, meleset jauh dari yang diperkirakan sebesar 57.6. Meskipun demikian dollar AS tetap mempertahankan keuntungan hariannya di dekat 103.50.
Dollar AS memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu dengan pijakan yang lebih kuat, berhasil mengambil kembali kerugian yang terjadi pada hari Jumat dua minggu lalu. Pasangan matauang EUR/USD berkonsolidasi beberapa pips di atas 1.0500 menjelang pembukaan perdagangan sesi AS setelah keluarnya data ekonomi Uni Eropa yang bervariasi.
Retail Sales Jerman turun 0.1% pada bulan Maret, sementara Sentiment Economic Indicator Uni Eropa bulan April muncul di 105, meleset dari yang diperkirakan di 108 dan dibawah dari sebelumnya di 106.7. Angka final dari S&P Global Manufacturing PMI bulan April direvisi naik. Indeks Jerman dikonfirmasi berada di 54.6 sementara indeks Uni Eropa berada pada 55.5.
Saham – saham di Eropa turun dengan fokus para investor tetap pada ketegangan disekitar Rusia – Ukraina. Masih belum ada kesatuan diantara anggota Uni Eropa dalam hal embargo minyak terhadap Rusia, meskipun hal ini mungkin terjadi. Wakil Presiden ECB Luis de Guindos mengatakan bahwa kenaikan tingkat bunga pada bulan Juli bisa saja terjadi meskipun kemungkinan tidak. Tidak ada berita yang positip dari zona euro sehingga bisa mempercepat penurunan EUR/USD ke kerendahan baru beberapa tahun pada minggu lalu.
EUR/USD berhasil mengumpulkan momentum bullish-nya selama jam perdagangan sesi Eropa dan AS pada hari Senin minggu lalu, naik ke atas 1.0550, dan diperdagangkan di sekitar 1.0580. Namun pada jam perdagangan selanjutnya di sesi AS, turun kembali ke sekitar 1.0540 dengan data ekonomi dari AS, Factory Orders bulan Maret muncul naik lebih kuat daripada yang diperkirakan telah membantu dollar AS membatasi kerugiannya.
Pasangan matauang EUR/USD bangkit pada hari Selasa dan sempat diperdagangkan di sekitar 1.0580. Kenaikan EUR/USD disebabkan oleh karena sentimen pasar yang membaik telah membatasi permintaan terhadap dollar AS, meskipun dollar AS masih memegang keuntungan tahunannya yang besar terhadap kebanyak rival utamanya.
Indeks saham Asia dan Eropa di perdagangkan di teritori hijau yang merefleksikan persepsi yang lebih baik terhadap resiko, sementara yields obligasi pemerintah kehilangan sebagian keuntungannya yang diperoleh pada hari Senin. Yields obligasi pemerintah AS 10 tahun mencapai puncaknya di 3% pada hari Senin, dan pada hari Selasa minggu lalu bertengger di sekitar 2.95%, sementara yields surat berharga Jerman untuk pertama kalinya sejak tahun 2015 berada di atas 1%.
Uni Eropa merilis angka Producer Price Index (PPI) zona Euro untuk bulan Maret yang naik 5.3% dari bulan Februari dan naik 36.8% YoY. Kenaikan yang besar ini kebanyakan disebabkan karena membumbungnya harga energi. Namun, sekalipun dikeluarkan harga energi, PPI zona Euro tetap naik 13.6% YoY. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan naik dari harga tetap jauh dari selesai.
Data ekonomi dari AS, Factory Orders bulan Maret muncul naik lebih kuat daripada yang diperkirakan telah membantu dollar AS membatasi kerugiannya.
EUR/USD sempat mendapatkan daya tariknya pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu dan diperdagangkan naik ke arah 1.0550. Pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.0540 menjelang pengumuman pertemuan FOMC Federal Reserve AS.
Fokus pasar minggu lalu ada pada pertemuan Federal Reserve Open Market Committee (FOMC) AS yang dimulai pada hari Selasa pagi dan berakhir hari Rabu sore waktu AS. Pasar percaya the Fed akan menaikkan tingkat bunga kunci AS sebesar 0.5%, di tengah inflasi dengan level tertinggi dalam 40 tahun.
Barrons mengatakan bahwa kenaikan tingkat bunga the Fed yang besar tidak memerangi inflasi yang berasal dari membumbung naiknya harga minyak mentah. Dengan menaikkan tingkat bunga, bank sentral AS ini hanya bisa mengkontrol sisi demand dengan menaikkan tingkat bunga, sedangkan sisi supply tidak.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mempresentasikan paket ke enam sanksi terhadap Rusia. Dia mengatakan bahwa Uni Eropa akan menghapus supply minyak mentah dari Rusia pada akhir tahun. Berita ini membebani asset dengan yield yang tinggi dan membuat indeks saham Eropa diperdagangkan di teritori merah.
Indeks Jerman direvisi turun ke 57.6 sementara Uni Eropa mengkonfirmasi angka di 57.7. Retail Sales Uni Eropa bulan Maret lebih buruk daripada yang diperkirakan, turun 0.4% MoM.
Data employment sektor swasta AS yang dikeluarkan oleh ADP mengecewakan. ADP mengatakan bahwa hanya 247.000 pekerjaan yang diciptakan pada bulan April. Angka ini meleset dari yang diperkirakan dimana konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan pekerjaan sebanyak 382.000.
EUR/USD turun ke arah 1.0500 selama perdagangan sesi Eropa sampai ke awal perdagangan sesi AS hari Kamis karena menguatnya kembali dollar AS. Penurunan yang tajam yang terjadi pada pasangan matauang GBP/USD menunjukkan bahwa dollar AS berhasil mengambil arus keluar dari Poundsterling setelah pengumuman dari Bank of England.
Pasangan matauang EUR/USD sempat naik mencapai puncaknya di 1.0641 selama jam perdagangan sesi Asia, dengan dollar AS memperpanjang penurunannya setelah pengumuman dari the Fed pada hari Rabu. Namun dollar AS mulai bergerak naik setelah itu, dibantu oleh keputusan kebijakan moneter Bank of England, yang mengirim GBP turun.
Setelah pada hari Rabu bank sentral AS, the Fed, menaikkan tingkat suku bunganya, pada hari Kamis, giliran bank sentral Inggris, Bank of England (BoE) yang menaikkan tingkat suku bunga kuncinya. Sebagaimana dengan yang telah diperkirakan, BoE menaikkan tingkat bunga kunci sebesar 25 basis point sehingga membuat tingkat bunga bank sentral Inggris berada di 1%, level tertinggi dalam 13 tahun.
Meskipun BoE menaikkan tingkat suku bunganya, namun GBP/USD turun tajam karena kenaikan tingkat bunga BoE dipandang dovish dibandingkan dengan kenaikan dari tingkat suku bunga the Fed sebesar 50 basis poin pada hari Rabu. Selain itu the Fed juga memberikan signal akan kenaikan tingkat suku bunga yang lebih agresif pada waktu yang akan datang. Sementara Gubernur BoE Bailey memberikan komentar yang berhati-hati ke depannya membebani Poundsterling dengan berat.
Dari data makro ekonomi, Factory Orders Jerman di bulan Maret turun 4.7% MoM. Sementara Initial Jobless Claims AS untuk minggu yang berakhir tanggal 29 April naik ke 200.000, lebih buruk daripada yang diperkirakan sebesar 182.000.
Pada hari Jumat, EUR/USD kehilangan daya tariknya setelah naik mengetes 1.0600 pada awal hari perdagangan. Meskipun demikian EUR/USD berhasil bertahan di teritori yang positip di atas 1.0550 di sekitar 1.0560. Data yang keluar dari AS memberikan konfirmasi bahwa pasar tenaga kerja masih tetap amat sangat ketat di bulan April.
Laporan pekerjaan AS bulan April menunjukkan bahwa angka pekerjaan Non-Farm naik sebesar 428.000. Angka ini lebih tinggi daripada yang diperkirakan kenaikan sebesar 400.000 dan hampir sama dengan kenaikan bulan Maret sebesar 431.000. Sementara tingkat pengangguran bulan April tidak berubah di 3.6%.
Walaupun dollar AS sempat melemah sebagai reaksi awal dari laporan Non-Farm Payrolls AS, indeks dollar AS berhasil menghapus kerugiannya di tengah sentimen pasar yang memburuk. Indeks dollar AS naik mencapai level tertinggi sejak akhir 2002 di atas 104.00 yang merefleksikan menguatnya dollar AS secara luas.
Meskipun demikian beberapa komentar yang hawkish dari para pembuat kebijakan di ECB telah membantu membuat euro tangguh menghadapi penguatan dollar AS sehingga EUR/USD berhasil bertahan di teritori yang positip di atas 1.0550 di sekitar 1.0560.
Minggu ini, data ekonomi yang kritikal untuk diperhatikan adalah angka inflasi AS bulan April. Konsensus pasar memperkirakan inflasi tahunan AS di bulan April akan turun ke 8.1% setelah naik ke 8.5% di bulan Maret.
Harga inflasi konsumen yang terefleksi di dalam angka Consumer Price Index (CPI) adalah angka kunci untuk mengukur inflasi AS minggu ini dan diharapkan sudah melewati puncaknya. Turunnya harga minyak mentah akan sangat membantu.
Resiko yang signifikan adalah semakin panjangnnya problem rantai supply dan perang di Ukraina yang terus berlangsung yang menyeret turun pertumbuhan ekonomi global. Selain itu Cina tidak mau bergeming dengan kebijakan zero Covid-nya. Ini adalah outlook yang sulit bagi inflasi yang kemungkinan tidak akan bisa turun secara signifikan.
Selain data CPI yang akan keluar pada hari Rabu, AS akan mempublikasikan data Jobless Claims dan Producer Price Index (PPI) pada hari Kamis dan Michigan consumer sentiment pada hari Jumat.
Dari Eropa, pada hari Senin akan dipublikasikan data ekonomi The Sentix Investor Confidence Index rates Eropa untuk bulan Mei. Pada hari Selasa data ZEW Economic Sentiment Index Eropa bulan Mei. Pada hari Rabu data Consumer Price Index (CPI) Jerman untuk bulan April Y/Y, dan pada hari Jumat data Industrial Production Eropa Maret m/m.
“Support” terdekat menunggu di 1.0530 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0500 dan kemudian 1.0470. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0600 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0660 dan kemudian 1.0700.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.



