(Vibiznews – Forex) GBP/USD sempat turun lebih dari 150 pips dalam sehari pada hari Senin dan diperdagangkan di sekitar 1.2147. Data makro ekonomi yang mengecewakan yang dirilis oleh Inggris dan menguatnya dollar AS secara luas terus membebani dengan berat pasangan matauang ini.
Office for National Statistics (ONS) Inggris melaporkan pada hari Senin bahwa ekonomi Inggris terkontraksi sebesar 0.3% secara bulanan di bulan April, sementara para analis memperkirakan terjadi ekspansi sebesar 0.2%. Perincian data yang dipublikasikan memperlihatkan ada tiga sektor ekonomi utama yang memberikan kontribusi secara negatip terhadap GDP yaitu jasa, produksi dan konstruksi. Selain itu ONS melaporkan bahwa Manufacturing Production Inggris turun sebesar 1% pada periode yang sama.
Investor kelihatannya melepaskan Poundsterling Inggris setelah keluar data-data ekonomi Inggris di atas, yang kemungkinan akan memaksa Bank of England (BoE) untuk mempertimbangkan ulang outlook tingkat bunga menjelang pengumuman kebijakan moneter BoE pada hari Kamis.
Sebaliknya data inflasi yang panas yang keluar dari AS kelihatannya telah membuat taruhan bahwa the Fed akan bersikap hawkish semakin meningkat. Menurut FedWatch Tool dari CME grup, sekarang ada lebih dari 50% probabilita the Fed akan menaikkan tingkat bunganya sebanyak 125 basis poin dalam dua pertemuan kebijakan moneter the Fed yang akan datang. Kondisi ini membuat dollar AS menguat secara luas.
Sementara itu, lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko, sebagaimana yang direfleksikan dengan penurunan indeks FTSE 100 Inggris, menambah dorongan naik dollar AS sehingga membuat pasangan matauang ini sulit untuk masuk ke fase rebound. Selain itu dengan indeks saham berjangka AS turun antara 2% sampai 3.3% pada jam perdagangan sesi Eropa, maka arus safe-haven mendominasi pasar keuangan sehingga mendorong naik dollar AS pada paruh kedua dari perdagangan hari itu.
“Support” terdekat menunggu di 1.2120 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2080 dan kemudian 1.2050. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2174 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2200 dan kemudian 1.2240.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido


