Rekomendasi GBP/USD 6 Februari 2023: Jatuh Setelah Keluarnya Laporan NFP AS

682

(Vibiznews – Forex) GBP/USD turun tajam ke arah 1.2050 di 1.2051 setelah keluarnya laporan Non-Farm Payrolls bulan Januari yang kuat secara mengejutkan yang membuat dollar AS berbalik naik dari penurunannya. Pasangan matauang ini menutup minggu lalu di teritori negatip.

Penurunan GBP/USD terutama disebabkan oleh karena berbalik naiknya dollar AS pada hari terakhir perdagangan hari Jumat minggu lalu ke 102,823 setelah keluarnya laporan tenaga kerja AS, Non-Farm Payrolls, yang kuat secara mengejutkan.

Laporan situasi employment AS pada bulan Januari dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan kenaikan tajam di dalam Non-Farm Payrolls sebesar 517.000. Angka kunci dari employment AS diperkirakan naik hanya 187.000, setelah kenaikan sebesar 223.000 pada bulan Desember.

Tingkat pengangguran AS juga turun ke 3.4% dibandingkan dengan angka bulan Desember di 3.5% dan yang diperkirakan kenaikan menjadi 3.6%.

Angka pekerjaan AS yang kuat ini kelihatannya telah membuat keraguan akan pandangan bahwa Federal Reserve AS akan menghentikan kenaikan tingkat bunga lebih cepat daripada yang diperkirakan, sebagaimana yang disimpulkan pasar dari hasil pertemuan FOMC the Fed dan konferensi pers ketua the Fed Jerome Powell pada minggu lalu. Hal ini mendorong naik indeks dollar AS dari kerendahannya selama ini.

Kenaikan dollar AS bertambah kuat dengan keluarnya laporan aktifitas sektor jasa AS pada bulan Januari dari the Institute of Supply Management (ISM) yang secara mengejutkan lebih baik daripada yang diperkirakan.

The Services Purchasing Managers Index (PMI) bulan Januari muncul di 55.2%, naik dari bulan Desember di 49.2%. Kenaikan sebesar 6% ini mengejutkan pasar dengan konsensus pasar memperkirakan indeks sektor jasa AS bulan Januari akn muncul di 50.4%.

Sementara itu GBP/USD sudah berada di bawah tekanan turun setelah bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), di dalam pernyataan kebijakannya pada minggu lalu mengatakan bahwa pengetatan lebih lanjut hanya akan dilakukan apabila ada bukti-bukti tekanan harga yang lebih persisten yang menunjukkan keengganan BoE untuk menaikkan tingkat bunganya lebih lanjut.

Di tambah lagi dengan pernyataan dari Gubernur BoE, Andrew Bailey yang mengatakan bahwa inflasi akan terus turun pada tahun ini dan akan lebih cepat turunnya selama paruh kedua dari tahun 2023.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.1955 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1841  dan kemudian 1.1804. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2080 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2122  dan kemudian 1.2191.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.