Rekomendasi GBP/USD 13 Februari 2023: Minggu Ini Fokus ke Data Inflasi

733

(Vibiznews – Forex) Pada hari Jumat minggu lalu, GBP/USD kehilangan momentum bullishnya dan berbalik negatip di dekat 1.2050 di 1.2052. Data Consumer Sentiment AS yang bagus mendukung naik dollar AS sehingga menekan turun pasangan matauang GBP/USD. Meskipun demikian, GBP/USD tetap naik dari posisi awal pada minggu lalu.

Para pembeli Poundsterling mengabaikan resiko turun dan kembali datang melawan USD, menghentikan penurunan selama dua minggu berturut-turut. Namun meskipun ditutup dengan positip secara mingguan, GBP/USD kelihatannya kekurangan keyakinan akan naik menghadapi minggu ini yang penuh dengan data ekonomi yang akan dirilis baik dari AS maupun Inggris.

GBP/USD terus berjuang mengumpulkan momentum bullish-nya setelah membukukan keuntungan berturut-turut dari hari Selasa sampai hari Kamis minggu lalu.

Data makro ekonomi yang bervariasi dari Inggris kelihatannya membatasi kenaikan dari pasangan matauang ini disamping menguatnya dollar AS pada hari perdagangan terakhir hari jumat minggu lalu.

Lihat: Ekonomi Inggris Dilaporkan Terhindar dari Resesi, PDB Q4-2022 Stabil

Office for National Statistics Inggris melaporkan pada hari Jumat bahwa ekonomi Inggris terkontraksi sebesar 0.5% secara basis bulanan di bulan Desember dan stagnan pada kuartal ke empat. Hal yang positip adalah data Industrial Production yang naik 0.3% pada bulan Desember, lebih tinggi daripada yang diperkirakan pasar, penurunan sebesar 0.2%.

Pada hari Jumat, Universitas Michigan mengatakan bahwa angka pendahuluan dari Consumer Sentiment Index AS bulan Februari naik ke 66.4 dari angka bulan Januari di 64.9. Angka ini juga lebih baik daripada yang diperkirakan pasar di sekitar 65.0. Munculnya data ekonomi AS yang bagus ini menopang penguatan dollar AS sehingga membebani pasangan matauang GBP/USD.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.2030 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2000  dan kemudian 1.1950. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2100 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2145  dan kemudian 1.2200.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.