(Vibiznews – Forex) GBP/USD memperpanjang penurunan hariannya dan sempat diperdagangkan di bawah 1.2750 sebentar, sebelum akhirnya naik legi ke atas 1.2750 di sekitar 1.2755, pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa.
Permintaan terhadap dolar AS mereda dengan para pemain pasar menunggu keluarnya data Consumer Price Index (CPI) Inggris.
GBP/USD berfluktuasi di dalam rentang harga yang sempit di bawah 1.2800 pada jam perdagangan sesi Eropa Selasa pagi dengan para investor menahan diri untuk mengambil posisi yang besar menjelang keluarnya data inflasi Inggris pada hari Rabu.
Pergerakan yang negatip dalam sentimen terhadap resiko bisa menyebabkan pasangan matauang ini memperpanjang koreksi penurunannya pada paruh kedua hari perdagangan.
Dolar AS memperoleh daya tariknya pada awal jam perdagangan sesi AS di tengah keprihatinan menurunnya pertumbuhan ekonomi Cina.
Ketakutan akan perlambatan ekonomi Cina mendapatkan momentum setelah bank sentral Cina, People’s Bank of China (PBoC), memangkas tingkat bunga benchmark-nya sebesar 10 bps sesuai dengan yang diperkirakan pasar.
Hari sebelumnya, beberapa bank papan atas, termasuk Goldman Sachs dan JP Morgan, merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi Cina sehingga membangkitkan ketakutan akan berkurangnya permintaan dari Cina.
Dolar AS semula harus berjuang untuk naik selama paruh pertama perdagangan hari Selasa, namun akhirnya naik tajam setelah keluarnya data makro ekonomi AS yang memberikan semangat. Menurut Biro Sensus AS, Housing Starts AS naik sebesar 21.7% pada bulan Mei, sementara Building Permits naik sebesar 5.2% pada bulan yang sama.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di 1.2730 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2700 dan kemudian 1.2650. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2800 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2860 dan kemudian 1.2900.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


