(Vibiznews – Forex) GBP/USD turun sedikit pada jam perdagangan sesi AS hari Rabu dan diperdagangkan stabil di sekitar 1.2715 dengan pasar tetap tenang menunggu dirilisnya data inflasi AS, Consumer Price Index (CPI) pada hari Kamis sementara Inggris akan merilis laporan pertumbuhan ekonominya pada hari Jumat.
Setelah turun di bawah 1.2700 pada jam perdagangan sesi Eropa hari Selasa, GBP//USD berhasil menghapus sebagian dari kerugian hariannya sebelum ditutup sedikit di atas 1.2740.
Di dukung oleh pergerakan yang positip di dalam sentimen terhadap resiko pada hari Rabu pagi, GBP/USD sempat melanjutkan pemulihannya ke atas 1.2750.
Meskipun demikian, outlook tehnikal menunjukkan bahwa para penjual berusaha mendominasi perdagangan di pasar sehingga membuat pasangan matauan ini mengalami kesulitan untuk bisa naik terus dengan mantap.
Pembukaan yang bearish di bursa saham Wall Street menyebabkan dolar AS melanjutkan kenaikannya karena permintaan safe – haven pada hari Selasa.
Pada hari Rabu pagi, indeks saham berjangka AS naik antara 0.2% dan 0.4%, sementara indeks saham FTSE 100 Inggris naik lebih dari 0.5%, yang merefleksikan membaiknya sentimen pasar yang membebani dolar AS yang safe – haven.
Pada hari Kamis, AS akan merilis angka inflasi, Consumer Price Index (CPI) yang diperkirakan akan naik yang akan bisa membuat Federal Reserve AS cenderung untuk menaikkan lagi tingkat bunganya pada pertemuan yang akan datang. Hal ini memberikan dorongan naik terhadap dolar AS sehingga membuat dolar AS menjadi relatip stabil dan pada gilirannya membuat pasangan matauang GBP/USD juga stabil.
Support & Resistance
“Support” terdekat menunggu di 1.2700 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2660 dan kemudian 1.2600. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2740 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2800 dan kemudian 1.2825.
Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting
Editor: Asido.


