Rekomendasi GBP/USD Mingguan 23 – 27 Oktober 2023: Masih Beresiko Turun?

846

(Vibiznews – Forex) GBP/USD turun ke area 1.2100 setelah munculnya data ekonomi Inggris yang mengecewakan pada awal hari Jumat minggu lalu, namun pada akhir hari Jumat minggu lalu pada jam perdagangan sesi AS, GBP/USD berhasil pulih dan naik ke atas 1.2150 di 1.2163. Sentimen pasar tetap buruk sementara investor tetap fokus terhadap berita – berita sekitar konflik Israel – Hamas mengakhiri minggu lalu.

Setelah mengalami hari yang baik pada dua minggu lalu, Poundsterling kehilangan momentumnya terhadap dolar AS sehingga GBP/USD turun sebentar ke batas 1.2100. Berdasarkan outlook tehnikal, GBP/USD cenderung turun pada minggu ini.

Poundsterling (GBP) turun setelah Office for National Statistics (ONS) Inggris melaporkan data Penjualan Ritel bulan September yang lemah.

Angka penjualan ritel Inggris bulan September turun 0.9% per bulan, angka ini lebih rendah daripada yang diperkirakan pasar penurunan hanya sebesar 0.1%.

Rumah tangga Inggris menunda permintaan terhadap barang-barang inti karena naiknya biaya peminjaman dan inflasi yang keras kepala telah menekan daya belanja mereka.

Pasangan matauang GBP/USD terbuka terhadap penurunan lebih lanjut dengan belanja konsumen menunjukkan bahwa permintaan secara keseluruhan tetap rentan, yang akan memaksa perusahaan – perusahaan Inggris untuk menurunkan kapasitas operasi mereka lebih lanjut.

Konsekwensi penurunan di dalam permintaan ritel akan ditanggung oleh para produsen dan para pencari kerja dengan belanja konsumen yang lemah akan membuat turunnya produksi perusahaan – perusahaan dan dengan demikian melemahkan permintaan terhadap tenaga kerja.

Bagi para pembuat kebijakan di Bank of England (BoE), permintaan ritel yang buruk menurunkan ekspektasi inflasi konsumen secara signifikan. Hal ini akan membuat BoE memperpanjang penghentian kenaikan tingkat bunganya pada pertemuan kebijakan moneter bulan November.

Setelah rilis data Penjualan Ritel Inggris, Gubernur BoE Andrew Bailey di dalam interviewnya dengan Belfast Telegraph, tetap yakin inflasi akan turun pada bulan depan. Minggu ini rilis data employment Inggris akan memberikan lebih banyak pentunjuk mengenai kebijakan BoE pada bulan November.

Pada minggu ini, dengan konflik Timur Tengah masih mendominasi sentimen terhadap resiko, laporan – laporan mengenai bisnis global dari Purchasing Manager Index (PMI) pada hari Selasa akan membuat fokus pasar kembali kepada berita fundamental ditengah keprihatinan mengenai pendaratan yang halus.

Hari Senin dari Inggris tidak ada data yang keluar, sementara the Fed masih dalam periode “blackout” menjelang pertemuan kebijakan bulan November.

Pada hari Rabu, data ekonomi yang akan keluar yang perlu dicatat adalah data New Home Sales dari AS.

Pada hari Kamis, pasar menantikan pengumuman kebijakan dari European Central Bank (ECB) dan perkiraan pendahuluan dari GDP AS kuartal ketiga.

Para trader dan investor juga akan menaruh perhatian terhadap Jobless Claims AS mingguan, Durable Goods AS dan data Pending Home Sales AS pada hari Kamis.

Indeks harga Personal Consumption Expenditure (PCE) AS akan menarik perhatian pasar pada hari Jumat.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.2100 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2037  dan kemudian 1.1903. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2180 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2233 dan kemudian 1.2335.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting.

Editor: Asido.