(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit di Minggu pertama bulan Februari 2025 diakhiri dengan kenaikan sehingga ini minggu yang ketiga harga minyak sawit mingguan naik.
Jumat 7 Februari 2025
Harga minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 102 ringgit atau 2.32% menjadi 4,505 ringgit ($1,015.33) per MT kenaikan 3 hari berturut-turut
Harga mingguan naik 5.04 %
Faktor-faktor penggerak harga minyak sawit pada minggu ini :
-Melemahnya kurs ringgit membuat harga minyak sawit lebih murah dibandingkan minyak nabati lainnya. Ringgit melemah 0.32% terhadap dolar pada hari Jumat
–Permintaan minyak sawit diperkirakan akan meningkat sebelum Ramadan , peristiwa musiman yang meningkatkan konsumsi dan persediaan dari minyak sawit.
-Perkiraan untuk Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan pada hari Senin 10 Februari produksi Malaysia akan turun di Bulan Februari karena hujan dan banjir berlangsung di berbagai daerah. Permintaan pasar juga berkurang .
Kenaikan harga minyak sawit pada bulan Februari ini karena menurunnya produksi. Persediaan minyak sawit Malaysia turun ke jumlah terendah dua tahun pada bulan Januari karena cuaca buruk menganggu produksi, namun ekspor yang rendah membuat kenaikan harga terbatas
–Harga minyak mentah naik setelah pelaksanaan dari sangsi terhadap ekspor minyak mentah Iran, tetapi harga minyak mentah mengalami penurunan selama 3 minggu berturut-turut. Pengaruh dari pengenaan tariff akan membuat perang dagang baru antara AS dan Cina . Juga pelaksanaan tarif pada negara lain.
Harga minyak mentah meningkat membuat harga minyak sawit naik karena digunakan untuk biodiesel sebagai bahan bakar pengganti
Harga minyak mentah pada hari Kamis naik sedikit pada pasar Asia ketika Perusahaan Minyak Pemerintah Arab Saudi akan menaikkan harga minyak Maret sangat tinggi, namun jumlah kenaikan harga itu masih kecil dibandingkan penurunan harga terbesar dalam tiga bulan ketika pemerintah menetapkan harga referensi minyak Brent pada hari sebelumnya.
-Pasar optimis akan kenaikan harga karena India diperkirakan akan membeli minyak sawit untuk mengisi persediaan minyak sawitnya. Impor minyak sawit India mencapai jumlah terendah 14 tahun pada bulan Januari. Karena harga minyak sawit lebih mahal dibandingkan harga minyak nabati lainnya.
–Impor minyak kedelai Uni Eropa pada tahun Marketing 2024-25 dimulai bulan Juli 2024 mencapai 8.27 juta MT pada 2 Februari dibanding 7.32 juta ton tahun lalu.Impor minyak sawit Uni Eropa turun menjadi 1.69 juta ton dari tahun lalu di 2.14 juta ton menurut European Commission.
–Cargo Surveyor memperkirakan ekspor minyak sawit Malaysia Januari turun antara 12.3% – 20.1%.
– Indonesia menurunkan harga referensi minyak sawit bulan Februari menjadi $955.44 per MT dari $1,059.54 di bulan Januari
–Harga minyak kedelai dan minyak sawit di bursa lain pada hari Jumat :
Harga minyak kedelai di Bursa Dalian naik 3.25% sementara harga minyak sawit naik 2.94%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0.04%.
GRAFIK PERGERAKAN HARGA MINYAK SAWIT
Pergerakan Harga minyak sawit pada minggu pertama bulan Februari 2025
Jumat 7 Februari 2025
Harga minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 102 ringgit atau 2.32% menjadi 4,505 ringgit ($1,015.33) per MT kenaikan 3 hari berturut-turut
Kamis 6 Februari
Harga minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 71 ringgit atau 1.64% menjadi 4,405 ringgit ($993.91) per MT
Rabu 5 Februari
Harga minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 24 ringgit atau 0.56% menjadi 4,322 ringgit per MT.
Selasa 4 Februari
Harga minyak sawit April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 63 ringgit atau 1.44% menjadi 4,304 ringgit ($969,37) per MT
Senin 3 Februari
Harga minyak sawit naik 84 ringgit atau 1.96% menjadi 4,373 ringgit ($978.30) per MT. Harga minyak sawit sudah naik 2.36% selama 4 hari.
Review Minggu ke I Februari 2025
Pada minggu ini yang menggerakkan pasar minyak sawit adalah pergerakan dari luar :
-Penundaan penerapan tarif kepada Canada dan Mexico sampai akhir Maret, pelaksanan pengenaan tarif kepada Cina, namun masih ada diskusi antara kedua pemimpin negara. Pengenaan tarif berefek akan adanya perang dagang antara AS dan Cina. Cina adalah pembeli dari kedelai AS, sehingga mempengaruhi harga kedelai dan turunanya minyak kedelai yang akan mempengaruhi harga minyak sawit.
– Bulan Ramadhan, bulan Puasa yang sudah makin mendekat, permintaan minyak sawit domestik akan meningkat di Malaysia dan Indonesia, pedagang sudah mempersiapkan persediaan dari sekarang.
– Semakin mendekatnya selisih harga antara minyak kedelai dan minyak sawit sehingga pembeli utama India bisa kembali membeli minyak sawit.
– Kenaikan harga minyak mentah karena sangsi AS terhadap Rusia, kenaikan harga minyak mentah dari Pemerintah Arab Saudi. Harga minyak sawit akan meningkat karena peningkatan penggunaan biodiesel yang berbahan mentah minyak sawit sebagai pengganti bahan bakar minyak.
Analisa Tehnikal untuk minyak sawit:
Support pertama di 4,485 ringgit kemudian ke 4,370 ringgit
Resistant pertama di 4,600 ringgit kemudian 4,715 ringgit
Kesimpulan :
-Untuk minggu ke depan harga minyak sawit masih kelihatan akan meningkat
– Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan yang akan keluar pada tanggal 10 Februari dinantikan oleh pasar untuk melihat harga minyak sawit ke depannya.
– Berita ekonomi Internasional yang sedang mengamati perkembangan dari pelaksanan tarif yang diberikan oleh Presiden AS kepada Cina, Canada, dan Mexico
– Pergerakan dari harga minyak mentah.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting