Harga Kopi Arabika dan Robusta Turun, Harga Gula dan Kakao Naik – Review Minggu ke 2 Januari 2026

115

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi Arabika dan Harga kopi Robusta  turun, Harga Gula dan Kakao naik – Review Minggu ke 2 Januari 2026 

KOPI 

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York turun $2.80 (0.78%) menjadi $355.30. Harga kopi Robusta Maret di ICE London turun $3 (0.07%)  

Summary faktor penggerak harga Kopi minggu ini 

  • Harga kopi Arabika turun dan harga kopi Robusta turun pada hari Jumat  
  • Harga kopi rata-rata  di ICO 296.14 sen per pound 
  • Persediaan Kopi Arabika di ICE  naik ke jumlah tertinggi 2 ½ bulan 
  • Persediaan kopi Robusta di ICE naik ke jumlah tertinggi 5 minggu 
  • Laporan Somar Meteorologia pada hari Senin   di Minas Gerais curah hujan 26.5  mm pada minggu ini  sampai 9 Januari atau 29% dari rata-rata 

 Harga kopi menyerah dari kenaikan di awal pasar pada hari Jumat dan  turun karena perkiraan cuaca meningkatnya hujan di daerah perkebunn kopi pada minggu depan  

Pada hari Kamis, harga kopi Arabika naik ke harga tertinggi 1 bulan  karena curah hujan di Brazil di bawah rata-rata. 

Laporan Somar Meteorologia pada hari Senin   di Minas Gerais curah hujan 26.5  mm pada minggu ini  sampai 9 Januari atau 29% dari rata-rata 

Persediaan kopi turun sehingga menaikkan harga Persediaan Kopi Arabika di ICE   turun  ke jumlah terendah 1 ¾ tahun menjadi 398,645 kantong pada 20 Nopember sekarang naik ke jumlah tertinggi 2 ½  bulan  menjadi 461,829 kantong pada hari Rabu. 

Persediaan kopi Robusta di ICE turun ke  jumlah  terendah 1 tahun  menjadi 4,012 lot pada 10 Desember tetapi sekarang naik ke tertinggi 5 minggu di 4,278 lot pada  23 dan 24 Desember. 

Outlook dari pasokan kopi yang melimpah menurunkan harga Laporan dari Conab pada 4 Desember perkiraan hasil kopi Brazil 2025 dinaikkan 2.4% menjadi 56.54 juta kantong dari perkiraan September 55.20 juta kantong  

Harga kopi Robusta mengalami tekanan karena kekhawatiran melimpahnya pasokan. Pada   the Vietnam National Statistics Office melaporkan  pada Senin lalu Ekspor Kopi Vietnam tahun 2025 melonjak  17.5% menjadi 1.58 MMT 

Harga kopi Robusta mengalami tekanan karena kekhawatiran melimpahnya pasokan. Produksi kopi Vietnam 2025/26 diperkirakan naik 6% dari tahun lalu menjadi 1.76 MMT atau 29.4 juta kantong ke tertinggi 4 tahun. 

Meningkatnya persediaan kopi Vietnam menurunkan harga. The Vietnam Coffee and Cocoa Association (Vicofa) mengatakan pada 24 Oktober    bahwa hasil kopi  di 2025/26 naik 10% dari tahun lalu jika cuaca baik 

Berita penurunan ekspor membuat harga kopi naik setelah Laporan dari the International Coffee Organization (ICO) pada 7 Nopember  bahwa ekspor kopi global   pada tahun marketing ini ( Oktober – September) turun 0.3% dari tahun lalu menjadi 138,658 juta kantong 

USDA Foreign Agricultural Service (FAS) pada 18 Desember  memperkirakan produksi kopi dunia di 2025/26 naik 2% dari tahun lalu menjadi 178,848 juta kantong.  Penurunan produksi kopi Arabika 4.7%  menjadi 95.515 juta kantong .  Produksi kopi Robusta naik 10.9% menjadi 83.333 juta kantong 

USDA Foreign Agricultural Service (FAS) memperkirakan produksi kopi Brazil 2025/26 turun 3.1%  dari tahun lalu menjadi 63 juta kantong 

Produksi kopi Robusta Vietnam  menurut FAS di 2025/26 naik 6.2% dari tahun lalu menjadi 30.8 juta kantong jumlah tertinggi 4 tahun. 

Perkiraan persediaan akhir di 2025/26  turun 5.4% menjadi 20.148 juta kantong dari 21.307 juta kantong di  2024/25 

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika  

Support pertama di $353 dan berikut ke $339 

Resistance pertama di $385  kemudian ke $400  

GULA 

Harga Gula Maret di ICE New York naik 39 sen (2.68%) menjadi $14.96 . Harga gula Maret di ICE London naik 10.20  sen (2.44%)  

Summary Faktor Penggerak  Harga Gula minggu ini 

  • Harga gula di  New York dan harga gula di London naik pada hari Jumat 
  • Pasokan meningkat di pasar karena pertumbuhan yang baik dari tebu dan bit di seluruh dunia. 
  • Perkiraan surplus global yang besar di 2025/26 di pasar karena produksi naik di India dan Thailand 
  • The ISO memperkirakan  produksi gula global 2025/26 naik 3.2% 

Harga gula naik tinggi pada hari Jumat karena sebelum  aksi beli menjelang libur tiga hari diakhir minggu, pasar AS ditutup pada hari Senin libur hari Martin Luther King. 

Pada hari Kamis harga gula turun ke terendah 1 bulan, dan harga gula di London turun ke harga terendah 2 bulan.  

Meningkatnya produksi gula India  menurunkan harga setelah The National Federation of Cooperative Sugar Factories Ltd, group produsen gula India, pada hari Kamis melaporkan hasil gula 2025-26 naik menjadi 15.9 MMT dari 1 Oktober – 15 Januari naik 21% dari tahun lalu.  

Unica  melaporkan  pada hari Selasa produksi gula kumulatif  2025/26 di Brazil   di Tengah – Selatan   sampai pertengahan Desember  naik 0.9% dari tahun   lalu   menjadi 40.158 MMT. Ratio tebu yang digiling  menjadi menjadi gula naik 50.91% di 2025/26 dari 48.19% di 2024/25 

Outlook untuk gula global surplus sehingga menurunkan harga. Pada hari Senin Covrig Analytics menaikan perkiraan global surplus untuk 2025/26 menjadi 4.7 MMT dari 4.1 MMT di Oktober.  Walaupun perkiraan Covrig 2026/27 surplus gula global akan turun menjadi 1.4 MMT, dengan turunnya harga menurunkan produksi.  

Outlook perkiraan mengecilnya persediaan dari Brazil merupakan faktor yang menaikkan harga. Pada 23 Desember Safras & Mercado melaporkan produksi gula Brazil di 2026/27 akan turun 3.91% menjadi 41.8 MMT dari 43.5 MMT di 2025/26 . Perusahaan itu memperkirakan ekspor gula Brazil di 2026/27 turun 11% dari tahun lalu menjadi 30 MMT. 

The India Sugar Mill Association (ISMA) pada  11 Nopember menaikkan perkiraan   produksi gula India menjadi 31 MMT dari perkiraan sebelumnya 30 MMT naik 18.8% dari tahun lalu.  

ISMA juga menurunkan penggunaan gula untuk produksi etanol di India menjadi  3.4 MMT dari perkiraan Juli 5 MMT   sehingga  membuat India  diijinkan untuk menaikkan ekspor. 

Harga gula turun pada awal bulan lalu karena meningkatnya ekspor gula India, setelah Sekretaris Pangan India mengatakan bahwa pemerintah mengijinkan tambahan ekspor untuk mengurangi pasokan domestik yang melimpah. Pada bulan lalu  Kementerian Pangan India  mengijinkan ekspor 1.5 MMT gula di tahun 2025/26. India memperkenalkan sistem kuota untuk mengekspor gula di 2022/23 setelah terlambatnya hujan membuat produksi berkurang membuat  terbatasnya   pasokan domestik. 

Outlook dari hasil panen gula yang mencapai rekor menurunkan harga gula di Brazil. Pada 4 Nopember Conab menaikan  perkiraan hasil gula Brazil menjadi 45 MMT dari perkiraan sebelumnya  44.5 MMT 

Harga gula turun meneruskan penurunan pada 17 Nopember ketika the International Sugar Organization (ISO) memperkirakan surplus 1.625 juta MT di 2025/26 setelah di 2024/25 defisit 2.916 juta MT. 

Menurut ISO surplus terjadi karena kenaikan produksi gula India, Thailand dan Pakistan.  

The ISO memperkirakan  produksi gula global 2025/26 naik 3.2%  menjadi 181.8 juta MT 

Pedagang gula Czarnikow pada 5 Nopember menaikkan perkiraan surplus 2025/26 menjadi 8.7 MMT naik 1.2 MMT dari perkiraan bulan September 7.5 MMT. 

Outlook produksi gula Thailand meningkat  sehingga harga gula  turun setelah Laporan dari the Thai Sugar Miller Corp pada 1 Oktober hasil gula Thailand di 2025/26 naik  5% dari tahun lalu 10.5 MMT. 

Pada 16 Desember Laporan   USDA   dalam laporan tahunan,  memperkirakan produksi  gula global di 2025/26 naik 4.6% dari tahun lalu menjadi 189,318 MMT perkiraan USDA – FAS konsumsi  gula global naik 1.4% dari tahun lalu mencapai rekor 177.921 MMT   

Perkiraan persediaan akhir gula global  turun 2.9% dari tahun lalu menjadi 41.188 MMT.  

USDA -FAS  dalam laporan tahunan,  memperkirakan produksi  gula Brazil di 2025/26 akan naik 2.3% dari tahun lalu mencapai rekor 44.7 MMT. FAS juga melaporkan produksi gula India di 2025/26 naik 25% dari tahun lalu menjadi 35.25 MMT, karena hujan turun dan perluasan area tanaman. 

FAS melaporkan produksi gula Thailand 2025/6 naik 2% menjadi 10.25 MMT. 

Analisa tehnikal untuk gula     

Support pertama di $14.50 dan berikut ke $14.10 

Resistance pertama di $15.10 dan berikut ke $ 15.60 

 KAKAO 

Harga kakao Maret di ICE New York naik $110 (2.22%) menjadi $5,076 per ton. Harga kakao Maret di ICE London naik $62 (1.70%)  

Summary pergerakan harga kakao minggu ini : 

  • Harga kakao    pada penutupan pasar hari Jumat naik tajam di New York  dan di London  
  • Laporan Penggilingan kakao Q4 di Asia turun lebih kecil dari perkiraan , Kenaikan penggilingan Amerika Utara tidak berubah, Penggilingan  kakao  di Eropa turun lebih besar dari perkiraan. 
  • Panen besar akan berlangsung dengan kualitas yang baik karena cuaca yang mendukung di Afrika Barat 
  • Pemerintah Ivory Coast  melaporkan  pada hari Senin  bahwa  petani  mengirimkan   kakao ke pelabuhan Ivory Coast  dari 1 Oktober sampai 11 Januari turun 2.6% 

Harga kakao naik pada hari Jumat karena kecilnya penurunan di bawah perkiraan laporan penggilingan  

  • The Cocoa Association of Asia melaporkan pada hari Jumat,  kakao  yang digiling di Q4 di Asia turun 4.8% dari tahun lalu menjadi 197,022 MT  

    Walaupun turun tapi masih di bawah perkiraan 12% dari tahun lalu. 

  • Kakao  yang  digiling  di Amerika Utara pada Q4 naik    0.3 %  dari tahun  lalu  menjad 103,117 MT. Tetap baik walaupun hampir tidak berubah  

Pasokan yang lebih sedikit dari Nigeria menaikkan harga kakao . Ekspor kakao Nopember  Nigeria  turun 7%  dari tahun lalu menjadi 35,203 MT 

Nigeria Cocoa Association  memperkirakan produksi    kakao Nigeria  di tahun  2025/26 turun 11% dari tahun lalu menjadi 305,000 MT  dari perkiraan sebelumnya  344,000 MT di 2024/25.   

Pada hari Kamis harga kakao di New York turun ke terendah 2 tahun dan harga dan harga kakao di  London turun ke harga terendah 1 ½ tahun karena permintaan kakao global melemah.  

The European Cocoa Association melaporkan   kakao  yang  digiling pada Q4 di Eropa turun 8.3% dari tahun lalu menjadi 304,470 MT . Penurunan terbesar dari perkiraan turun 2.9% dari tahun lalu dan terendah di Q4 dalam  12 tahun 

Cuaca yang membaik di Afrika Barat diperkirakan akan menaikkan hasil dan persediaan yang akan menurunkan harga. Tropical General Investmen Group mengatakan   kondisi yang bagus untuk pertumbuhan di Afrika Barat akan menaikkan hasil panen di Februari – Maret di Ivory Coast dan Ghana, setelah laporan petani buah kakao yang besar dan sehat dibanding tahun lalu di periode yang sama. 

Pabrik coklat Mondelez International  mengatakan   bahwa hasil panen  buah kakao terakhir di Afrika Barat naik 7% diatas rata-rata 5 tahun dan naik dari tahun lalu. Panen utama mulai berlangsung di Ivory Coast dan petani optimis kualitas kakao baik. 

Harga kakao naik karena persediaan kakao lebih kecil dari Ivory Coast Pemerintah Ivory Coast melaporkan pada hari Senin bahwa petani mengirimkan kakao ke pelabuhan Ivory Coast  1.13 MMT dari 1 Oktober sampai 11 Januari   turun 2.6% dari 1.16 MMT di tahun lalu pada periode yang sama. 

Persediaan turun  membuat harga kakao  naik  setelah   ICE mengatakan bahwa  jumlah persediaan kakao di pelabuhan AS turun  ke jumlah terendah 10 bulan  menjadi 1,626,105  kantong pada 26 Desember. Persediaan naik menjadi ke jumlah tertinggi  1 ¼ di 1,680,417 kantong pada hari Kamis 

Pada 28 Nopember the International Cocoa Organization (ICCO) memotong perkiraan surplus 2024/25 menjadi 49,000 MT dari perkiraan sebelumnya 142,000 MT. Juga menurunkan produksi kakao 2024/25 menjadi 4.69 MMT dari 4.84 MMT sebelumnya. 

Rabobank pada hari Selasa lalu menurunkan perkiraan surplus kakao global menjadi 250,000 MT dari perkiraan Nopember 328,000 MT. 

 Harga kakao tertekan pada 26 Nopember karena tekanan  sejak hari Rabu Parlemen   Uni Eropa setuju untuk menunda Peraturan Undang – undang  Deforestation  selama satu tahun sehingga pasokan kakao tetap memadai. 

Regulasi Uni Eropa yang dikenal dengan EUDR bertujuan untuk mengatasi deforestasi di negara-negara yang impornya   ke Uni   Eropa  untuk  komoditas  utama  seperti kedelai dan kakao. Penundaan EUDR yang  diperkirakan  akan  diberlakukan   pada akhir Desember . 

Penundaan ini mengurangi kekhawatiran akan pasokan dan mengijinkan negara Eropa  untuk mengimpor  produk pertanian dari Afrika, Indonesia  dan Amerika Selatan dimana deforestasi berlangsung 

Pada 30 Mei  the International Cocoa Organization (ICCO)  memperbaiki  perkiraan   persediaan kakao global 2023/24 defisit 494,000 MT   defisit terbesar lebih dari 60 tahun. ICCO mengatakan produksi 2023/24 turun 12.9% dari tahun lalu menjadi 4.368 MMT 

 Pada 19 Desember ICCO memperkirakan surplus kakao global di 2024/25 sebesar 49,000 MT, membuat surplus pertama selama 4 tahun. ICCO juga mengatakan produksi kakao global 2024/25 naik 7.4% dari tahun lalu menjadi 4.69 MMT
 

Analisa tehnikal untuk kakao di New York  

Support pertama di $4,930 dan berikut ke $4,810 

Resistance pertama di $5.490 dan berikut ke $6,230 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting