(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (22/4), terpantau melemah terbatas 17,768 poin (0,24%) ke level 7.541,612 setelah dibuka turun ke level 7.543.469.
IHSG bergerak terkoreksi terbatas di hari ketiga pada seminggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed dengan Nikkei mencetak rekor baru, setelah Presiden Trump memperpanjang gencatan senjata di tengah tensi konflik Timur Tengah yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi kembali.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,18% atau 30 poin ke level Rp 17.170, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah menguat di sesi global sebelumnya; terkoreksi dari kenaikannya di tengah optimisnya investor atas kemungkinan kesepakatan perang Iran.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.140, serta terpantau masih dekat area rekor terendahnya yang terakhir.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 23,891 poin (0,32%) ke level 7.535.489. Sedangkan indeks LQ45 turun 7,660 poin (1,03%) ke level 736,010. Siang ini IHSG melemah 15,017 poin (0,20%) ke level 7.544,363. Sementara LQ45 terlihat turun 0,74% atau 5,470 poin ke level 738,200.
IHSG kemudian bertahan di zona merah dan ditutup melemah 17,768 poin (0,24%) ke level 7.541,612. Sementara LQ45 terlihat turun 1,04% atau 7,700 poin ke level 735,970. Tercatat saat ini sebanyak 440 saham naik, 240 saham turun dan 141 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,40%, dan Hang Seng yang turun 1,22%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini dalam koreksi sekitar rentang konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed dengan Nikkei mencetak rekor baru, setelah Presiden Trump memperpanjang gencatan senjata perang Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi kembali.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan berkonsolidasi dan tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.898 dan 8.247. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 7,019.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



