(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD konsolidasi akibat data flash PMI Inggris yang kontraksi pada perdagangan forex Eropa hari Kamis (21/5/2026) di tengah pulihnya sentimen global
Pair sempat masuki area resisten seiring pulihnya sentimen perdagangan aset risiko oleh pertimbangan investor akan kemungkinan kesepakatan AS-Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.
Namun poundsterling tertekan rilis data flash PMI yang menunjukkan survei ekonomi Inggris mengalami kontraksi pada bulan Mei di tengah meningkatnya ketidakpastian politik dan dampak konflik Timur Tengah yang semakin besar, dengan bisnis menyebutkan penurunan produksi, inflasi yang melonjak, kekurangan pasokan, dan pemutusan hubungan kerja.
Data PMI yang lemah ini menyusul data sebelumnya yang menunjukkan inflasi April berada di bawah ekspektasi dan pasar kerja secara tak terduga melemah, yang mempersulit tugas Bank of England karena diperkirakan akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali tahun ini.
Sementara itu, Menteri Keuangan Rachel Reeves akan mengumumkan langkah-langkah penyesuaian biaya hidup, meskipun usulan pembatasan harga bahan makanan pokok dibatalkan setelah mendapat penentangan keras dari industri.
Secara teknikal, pair berbalik menuju area support hariannya setelah dibuka di area support dan menurut analyst Vibiz Research Center akan tertekan ke support lanjutan.
Kini pair berada di posisi 1.3418 yang turun menuju 1.3400, jika tembus bergerak ke support kuatnya di S1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3400 dapat berbalik arah dan berusaha mendaki menuju posisi 1.3453, jika tembus berpotensi tembus resisten kuatnya ke R1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3561 | 1,3512 | 1,3472 | 1.3423 | 1.3383 | 1.3334 | 1.3294 |



