(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (30/6), terpantau tergelincir tajam 163,354 poin (2,81%) ke level 5.657,436 setelah dibuka turun ke level 5.801.454.
IHSG bergerak terkoreksi tajam di hari ketiga ke sekitar 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias menguat di tengah berhentinya serangan militer antara AS dan Iran yang menahan harga minyak dunia, serta mencermati Wall Street yang ditutup semalam mixed dengan Dow Jones mencetak rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah signifikan 0,29% atau 52 poin ke level Rp 17.957, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah melemah 3 hari di sesi global sebelumnya; rebound dari area seminggu terendahnya dan akan membukukan bulan terbaiknya di tahun ini di tengah yen Jepang yang merosot ke 40 tahun terlemahnya.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.835, serta terpantau terkoreksi setelah 3 hari rebound.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 19,336 poin (0,33%) ke level 5.801.454. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,980 poin (0,17%) ke level 584,700. Pagi ini tergelincir 163,354 poin (2,81%) ke level 5.657,436. Sementara LQ45 terlihat turun 2,64% atau 15,140 poin ke level 557,870.
Tercatat saat ini sebanyak 70 saham naik, 554 saham turun dan 93 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan mixed, namun Dow Jones membukukan rekor terbarunya dipicu rebound-nya saham teknologi dan agak meredanya tensi geopolitik. Dow Jones berakhir naik 0,29%, S&P 500 melemah 0,37%, serta Nasdaq merosot 1,32%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,93%, dan Hang Seng yang turun 1,11%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari ketiga ke 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di tengah berhentinya serangan militer AS dan Iran yang menahan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang ditutup mixed dan Dow Jones mencetak rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.171 dan 6.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,317 dan bila tembus ke level 5,073.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group







