Apa yang Diketahui Orang Kaya tentang Investasi yang Tidak Orang Ketahui

67
Orang Kaya

(Vibiznews-Kolom) Akumulasi kekayaan yang sesungguhnya tidak terjadi secara kebetulan. Orang-orang kaya umumnya tidak membangun kekayaan dengan mengejar IPO yang sedang populer, menguasai perdagangan harian (day trading), atau aktif bertransaksi di pasar setelah jam perdagangan. Sebaliknya, mereka membangun fondasi aset yang kuat melalui aturan dan kebiasaan yang mendasar, disiplin, serta cenderung sederhana.

Pendekatan tersebut mungkin mengurangi daya tarik gagasan untuk menjadi kaya secara instan melalui pasar modal. Namun, justru di situlah letak kabar baiknya. Strategi inti yang diterapkan orang-orang kaya bukanlah rahasia yang hanya diketahui kelompok tertentu, dan juga tidak mengharuskan seseorang telah memiliki kekayaan besar untuk dapat menerapkannya.

Perbedaan utama antara cara orang kaya berinvestasi dan cara sebagian besar investor ritel berinvestasi bukan terletak pada instrumen yang digunakan. Perbedaannya lebih banyak ditentukan oleh bagaimana instrumen tersebut dimanfaatkan secara konsisten dan disiplin.

Siapa pun dapat membeli ETF berbiaya rendah. Namun, yang membedakan adalah kemampuan menggunakan instrumen tersebut dengan disiplin sebagaimana dilakukan para jutawan maupun miliarder. Pemahaman terhadap prinsip-prinsip dasar investasi inilah yang membedakan pembangun kekayaan jangka panjang dengan pelaku pasar yang hanya sibuk keluar-masuk investasi tanpa hasil yang berkelanjutan.

Berikut merupakan tujuh aturan, kebiasaan, dan perilaku investasi yang umum diterapkan oleh kalangan kaya.

Memiliki Pandangan Menyeluruh terhadap Seluruh Aset Keuangan

Investor kaya memandang seluruh aset yang dimiliki sebagai satu kesatuan. Mereka tidak menilai setiap rekening investasi secara terpisah, melainkan menggabungkan seluruh rekening, mulai dari rekening giro, rekening investasi, hingga rekening dana pensiun, agar memperoleh gambaran lengkap mengenai kondisi keuangan.

Menurut Justyn Volesko, Co-Head of the Family Office Practice di Cerity Partners, pendekatan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan platform digital yang mampu menggabungkan seluruh rekening keuangan ke dalam satu tampilan, kemudian mengelompokkannya berdasarkan kategori seperti rekening bank, rekening pialang, rekening pensiun, maupun jenis rekening lainnya.

Volesko menjelaskan bahwa pendekatan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai neraca keuangan seseorang sekaligus mempermudah penempatan investasi sehingga beban pajak dapat ditekan.

Melakukan Diversifikasi Antar Kelas Aset

Diversifikasi merupakan prinsip yang sudah sangat dikenal oleh investor. Namun, sebagian besar investor ritel hanya melakukan diversifikasi di dalam kepemilikan saham dan obligasi.

Menurut Mitch Caplan, CEO Willow Wealth, investor kaya memperluas diversifikasi hingga mencakup berbagai kelas aset alternatif seperti properti, kredit privat, dan ekuitas privat, selain tetap memiliki saham yang diperdagangkan di pasar publik.

Caplan menjelaskan bahwa diversifikasi yang sesungguhnya berarti memiliki investasi yang tidak seluruhnya dipengaruhi oleh faktor pasar yang sama. Dengan demikian, ketika pasar saham mengalami penurunan, sebagian investasi di pasar privat masih dapat menghasilkan pendapatan karena didukung oleh faktor-faktor fundamental yang tidak berkaitan dengan fluktuasi harga saham harian.

Berinvestasi di Pasar Publik dan Pasar Privat

Investor kaya juga dikenal aktif memanfaatkan peluang investasi di pasar privat.Caplan menjelaskan bahwa investor kaya maupun institusi umumnya mengalokasikan sekitar 20% hingga 30% portofolio mereka ke aset-aset seperti ekuitas privat, properti, dan kredit privat. Sebaliknya, sebagian besar investor individu hampir tidak memiliki eksposur terhadap kelas aset tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan keunggulan struktural karena pasar privat menawarkan karakteristik imbal hasil yang berbeda, memiliki korelasi yang lebih rendah terhadap volatilitas pasar saham, serta memberikan akses terhadap aset yang mampu menghasilkan pendapatan tanpa diperdagangkan di bursa.

Dahulu pasar privat hanya dapat diakses oleh investor dengan modal besar. Kini kondisi tersebut mulai berubah berkat hadirnya berbagai platform yang menawarkan batas investasi minimum lebih rendah dan tingkat likuiditas yang lebih baik.

Meski demikian, Caplan menekankan bahwa hal tersebut bukan berarti seluruh investor harus segera masuk ke pasar privat. Menurutnya, investasi tersebut tetap memiliki risiko tinggi dan likuiditas yang terbatas. Ia menilai prinsip terpenting yang diterapkan investor kaya adalah menyusun portofolio sehingga memperoleh sumber imbal hasil dari berbagai jenis aset.

Mengutamakan Pendapatan daripada Sekadar Kenaikan Harga

Investor kaya tidak hanya mengejar kenaikan harga aset, tetapi juga mengutamakan investasi yang mampu menghasilkan arus kas secara rutin.

Caplan menjelaskan bahwa mereka lebih banyak memilih aset yang menghasilkan pendapatan tetap, seperti properti yang memberikan pendapatan sewa, kredit privat yang membayar bunga, maupun bisnis yang mendistribusikan keuntungan. Menurutnya, pendapatan tersebut akan terus berkembang melalui efek compounding sekaligus memberikan stabilitas dalam berbagai kondisi pasar.

Pendapatan investasi juga dinilai mampu melindungi nilai kekayaan dari inflasi serta membantu menjaga kestabilan portofolio ketika pasar mengalami gejolak.

Investor tidak harus memiliki properti atau kredit privat untuk memperoleh pendapatan rutin. Saham dividen dan obligasi juga dapat menjadi sumber pendapatan berkala, meskipun pembayaran dividen tidak selalu dijamin.

Mengutamakan Efisiensi Pajak

Investor kaya memahami bahwa keberhasilan membangun kekayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan hasil investasi setelah dikurangi pajak dan berbagai biaya.

Gary Quinzel, Vice President of Portfolio Consulting di Wealth Enhancement, menjelaskan bahwa setiap keputusan investasi yang diambil investor kaya mempertimbangkan dampak pajak sama besarnya dengan prospek pasar. Menurutnya, disiplin tersebut terbukti mampu meningkatkan hasil investasi dalam jangka panjang.

Efisiensi pajak bukan sekadar memaksimalkan kontribusi pada rekening pensiun. Investor kaya juga memperhatikan lokasi penempatan aset sehingga investasi yang kurang efisien dari sisi pajak ditempatkan pada rekening yang memperoleh keuntungan pajak lebih besar.

Sebagai contoh, investasi dengan frekuensi transaksi tinggi maupun yang menghasilkan pendapatan biasa ditempatkan pada rekening pensiun. Sementara itu, investasi dengan transaksi rendah dan aset yang menghasilkan pendapatan bebas pajak lebih tepat ditempatkan pada rekening yang dikenai pajak.

Quinzel menilai langkah-langkah tersebut mampu menghemat beban pajak dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan imbal hasil bersih dalam jangka panjang.

Investor kaya juga memanfaatkan penurunan pasar untuk melakukan tax-loss harvesting, yaitu menjual investasi yang mengalami kerugian guna mengimbangi keuntungan investasi lain atau mengurangi beban pajak atas pendapatan.

Praktik tersebut kini semakin mudah dilakukan karena banyak robo-adviser telah menyediakan layanan tersebut secara otomatis.

Sangat Memperhatikan Biaya Investasi

Investor kaya juga berupaya menghindari biaya investasi yang tidak perlu. Mereka memahami bahwa setiap biaya yang dibayarkan akan mengurangi potensi pertumbuhan kekayaan.

Bagi investor ritel, pendekatan tersebut dapat diterapkan dengan memilih instrumen berbiaya rendah seperti dana indeks dan ETF, serta menghindari reksa dana yang mengenakan biaya penjualan tinggi, biaya 12b-1, komisi besar, maupun berbagai biaya tersembunyi lainnya.

Dalam memilih penasihat keuangan, investor kaya juga cenderung menggunakan penasihat independen yang hanya menerima imbalan jasa (fee-only fiduciary). Model tersebut dinilai mampu mengurangi konflik kepentingan karena penasihat tidak memperoleh komisi dari produk yang direkomendasikan dan secara hukum berkewajiban mengutamakan kepentingan klien.

Memanfaatkan Pendampingan Profesional untuk Menghemat Waktu

Investor kaya memandang waktu dan ketenangan pikiran sebagai aset yang tidak dapat diperbarui. Mereka memang tetap terlibat dalam penyusunan strategi investasi, tetapi tidak menghabiskan waktu setiap hari untuk memantau pergerakan pasar maupun mencemaskan perubahan nilai portofolio.

Sebaliknya, mereka mempercayakan sebagian proses pengelolaan investasi kepada penasihat keuangan sehingga dapat lebih fokus pada aktivitas lain yang memberikan nilai tambah.

Bagi investor ritel, pendekatan serupa dapat dilakukan melalui penggunaan robo-adviser maupun strategi investasi otomatis seperti dollar-cost averaging. Selain itu, investor juga dapat menetapkan jadwal tertentu untuk memantau portofolio agar tidak terus-menerus bereaksi terhadap setiap perkembangan pasar.

Pendekatan tersebut didasarkan pada pemahaman bahwa pemberitaan media sering kali menonjolkan sisi dramatis suatu peristiwa untuk memancing reaksi emosional. Sementara itu, keputusan investasi yang baik seharusnya dibangun atas dasar analisis yang rasional, bukan karena dorongan rasa cemas atau ketakutan sesaat.