(Vibiznews-Forex) Laporan-laporan sehubungan dengan penyakit pernafasan yang menular mendominasi berita-berita dan menggerakkan pasar yang lebih luas. Khususnya bagi Poundsterling, pembicaraan resmi post-Brexit dimulai pada hari kemarin dengan ekspektasi yang rendah. Para pejabat Uni Eropa mengatakan bahwa negosiasi kemungkinan mandek dalam watku beberapa minggu dengan kedua belah pihak memiliki perbedaan atas beberapa topik. Perdana Menteri Johnson telah mengancam akan “walk out” jika tidak ada kemajuan yang dibuat sampai bulan Juni. Johnson juga berkata bahwa coronavirus adalah prioritas utama, sama seperti pasar. Meskipun demikian kedua topik berpengaruh signifikan atas GBP/USD.
Bank-bank sentral telah melompat untuk bereaksi terhadap ancaman wabah coronavirus dan poundsterling berada pada sisi yang mengalami kerugian. Bank of England telah menjamin akan mengambil semua langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi stabilitas sehingga mengirim poundsterling kembali jatuh. GBP/USD diperdagangkan mendekati kerendahan 2020 sekali lagi.
Pada hari Jumat, pasangan matauang ini mengalami “rebound” ketika Federal Reserve mengambil langkah yang tidak biasa dan mengeluarkan pesan yang memberikan petunjuk siap untuk memangkas tingkat suku bunga. Pesan the Fed ini telah menolong pasar global menjadi stabil pada hari Jumat dan naik pada hari Senin-meskipun ketegangan tetap tinggi.
Kedua belah institusi telah bergerak dengan cepat dari hanya memonitor situasi menjadi menjamin akan bertindak pada saat virus terus menyebar. Jumlah yang terkena kasus memanjat kearah 100.000 sedunia dengan lebih dari 3000 orang yang mati.
Markit final PMI manufaktur Inggris muncul di 51.7 pada bulan Februari, turun sedikit dan masih diatas level 50 yang memisahkan ekspansi dengan kontraksi. Namun, PMI Cina runtuh ke rekor kerendahan lebih buruk daripada krisis keuangan tahun 2008 dengan coronavirus melumpuhkan ekonomi.
GBP/USD menderita momentum penurunan dengan “support” terdekat menunggu di 1.2730 yang apabila berhasil dilalui akan lanjut ke 1.2705 dan kemudian 1.2600. Sedangkan “resistance” terdekat berada di 1.2850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2920 dan kemudian 1.2950.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



