(Vibiznews-Commodity) Harga minyak mengalami rally dan memperpanjang keuntungan perdagangan semalam pada perdagangan sesi Asia pagi hari Selasa ini, berjalan dari kerendahan $47.58 ke ketinggian $48.53, +1.26% pada sesi itu sebegitu jauh. Hal ini mengikuti penyelesaian yang positip untuk keuntungan di minyak berjangka lebih dari 4% – persentase kenaikan harian terbesar dalam tahun ini. Para investor sedang memperhitungkan dalam harga prospek OPEC dan sekutunya yang akan segera mengumumkan tambahan pemotongan produksi setelah pertemuan di Vienna.
Ada tanda-tanda dari Rusia bahwa harga telah mendapatkan persetujuan dari Putin, yang berarti bahwa negara ini akan bergabung dengan OPEC dan anggota lainnya untuk menstabilkan pasar minyak.
Pasar saham terbang dan DJIA meningkat 1.293 poin, atau 5.1% ditutup di 26,703, suatu pergerakan yang mencengangkan yang menandakan keuntungan terbaik sepanjang sejarah dan persentase keuntungan terbaik sejak 23 Maret 2009. Para investor mendorong bank-bank sentral global untuk melangkah mendukung ekonomi ditengah pandemik coronavirus.
Para trader sedang memasang radar, mendengarkan komentar-komentar dari para banker dari bank sentral yang sedang menuju pertemuan tingkat suku bunga pada bulan ini. Reserve Bank of Australia mendiskusikan respon kebijakan mereka terhadap kejatuhan ekonomi karena coronavirus, menjelang pertemuan menteri keuangan negara-negara G7 dan bank-bank sentral yang akan menghadiri telekonferens pada hari Selasa. Pertemuan G7 akan dipimpin oleh Mnuchin dan Gubernur the Fed dan akan ada pengumuman hasil pertemuan sesudahnya.
Pergerakan naik selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $49.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $49.50 dan kemudian $51.55. Sedangkan penurunan kembali harga minyak mentah akan berhadapan dengan “support” terdekat di $45.82 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $44.05 dan kemudian $41.38.
Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting
Editor: Asido



