(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (8/5), terpantau terkoreksi 41,105 poin (0,57%) ke level 7.133,216 setelah dibuka turun ke level 7.158.176.
IHSG bergerak terkoreksi profit taking setelah 4 hari rally di 1,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka bias melemah di tengah memanasnya lagi tensi dari Selat Hormuz yang mendorong koreksi dari gain kemarin, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam menurun dari rekor sebelumnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,13% atau 22 poin ke level Rp 17.357, dengan dollar AS di pasar uang Asia beranjak turun setelah menguat di sesi global sebelumnya; tertahan setelah menanjak oleh memanasnya lagi tensi geopolitik konflik Timur Tengah.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.335, serta terpantau terkoreksi setelah 2 hari rebound.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 16,145 poin (0,23%) ke level 7.158.176. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,990 poin (0,43%) ke level 690,800. Pagi ini IHSG melemah 41,105 poin (0,57%) ke level 7.133,216. Sementara LQ45 terlihat turun 0,82% atau 5,670 poin ke level 688,120.
Tercatat saat ini sebanyak 173 saham naik, 425 saham turun dan 136 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan kompak melemah walau agak terbatas, ditarik turunnya sejumlah saham teknologi. Dow Jones berakhir turun 0,63%, S&P 500 melemah 0,38%, serta Nasdaq merosot 0,13%. Nasdaq dan S&P 500 menurun dari level rekor sebelumnya. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 0,78%, dan Hang Seng yang merosot 1,06%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi profit taking dari 1,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias melemah di tengah memanasnya lagi tensi dari Selat Hormuz, serta mengikuti Wall Street yang berakhir menurun dari rekor.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan berkonsolidasi sementara, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,838 dan bila tembus ke level 6,745.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



