(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Selasa sore ini (19/5), terpantau merosot tajam 228,561 poin (3,46%) ke level 6.370,679 setelah dibuka turun ke level 6.573.166.
IHSG bergerak lanjut bearish hari keenam ke level 13,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah berita penundaan serangan AS kepada Iran yang agak menurunkan harga minyak bumi, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam bias koreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini tertekan dengan anjlok 0,29% atau 52 poin ke level Rp 17.700, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; mendekati area 6 minggu tertingginya sesudah terkoreksi dari rally oleh kemungkinan deal negosiasi perang.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.648, serta terpantau kembali membukukan rekor terlemah sepanjang sejarahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 26,074 poin (0,40%) ke level 6.573.166. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,600 poin (0,09%) ke level 650,480. Siang ini IHSG merosot 202,972 poin (3,08%) ke level 6.396,268. Sementara LQ45 terlihat turun 2,35% atau 15,330 poin ke level 635,750.
IHSG kemudian mendatar di rentang bawah dan ditutup merosot 228,561 poin (3,46%) ke level 6.370,679. Sementara LQ45 terlihat turun 2,20% atau 14,320 poin ke level 636,760. Tercatat saat ini sebanyak 112 saham naik, 612 saham turun dan 94 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang turun 0,44%, dan Hang Seng yang naik 0,48%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini lanjut tertekan ke sekitar 13,5 bulan terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat di tengah berita penundaan serangan AS kepada Iran yang menurunkan harga minyak, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dalam bias koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan berupaya bangkit sebentar tapi tetap bearish, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.002 dan 7.207. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,323 dan bila tembus ke level 6,148.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



