Rekomendasi Harga Emas 24 Juni 2026 : Terbebani Penguatan Dolar AS dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed

115

(Vibiznews – Commodity) Harga emas jatuh ke level terendah 1,5 minggu dan berakhir turun tajam pada hari Selasa, terbebani penguatan dolar AS.

Harga emas spot berakhir merosot 1,94% pada $4.110,09 per ons.

Harga emas berjangka AS kontrak Agustus 2026 berakhir merosot 1,27% pada $4.149,4 per ons.

Lihat video : Harga Beli Emas Antam Hari ini Rabu 24 Juni 2026 Merosot Rp18.000; Harga Buyback Merosot Rp36.000

Harga emas merosot terbebani reli indeks dolar pada hari Selasa ke level tertinggi 13 bulan berdampak negatif bagi logam mulia.

Selain itu, aksi jual tajam di pasar saham pada hari Selasa memicu likuidasi kepemilikan logam mulia jangka panjang karena investor mencari dana untuk menutupi margin call.

Ditambah lagi, komentar hawkish dari Kepala Ekonom ECB Philip Lane pada hari Selasa membebani logam mulia ketika ia mengatakan bahwa para pejabat ECB menghadapi risiko bahwa inflasi akan tetap di atas target mereka “untuk beberapa waktu.”

Namun penurunan emas dibatasi dari penurunan tajam di pasar saham pada hari Selasa, yang telah meningkatkan permintaan safe-haven untuk logam tersebut.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah WTI pada hari Selasa ke level terendah 3,5 bulan telah meredakan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong bank sentral global untuk melonggarkan kebijakan moneter, faktor bullish untuk logam mulia.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terbebani penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.

Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.069-$4.028. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.174-$4.238.

Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.099-$4.050. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.207-$4.266.