Harga Minyak Rabu Merosot Terpicu Sentimen Meredanya Ketegangan di Selat Hormuz

81

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah turun tajam hari Rabu, 16 September 2026, di tengah tanda-tanda bahwa pasokan minyak mentah berhasil melewati Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran mengenai pasokan.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak merosot 3,44% pada $102,19 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak merosot 2,74% pada $105,77 per barel.

Harga minyak mentah sempat turun hari ini setelah Menteri Energi AS, Wright, menyatakan bahwa 18 juta barel minyak mentah dan produk olahan telah melewati Selat Hormuz pada hari Selasa, yang turut meredakan kekhawatiran pasokan global.

Penurunan harga minyak mentah semakin tajam hari ini setelah data mingguan EIA menunjukkan penurunan inventaris minyak mentah yang lebih kecil dari perkiraan, sementara pasokan bensin dan distilat justru meningkat melebihi ekspektasi.

Risiko pasokan menjadi faktor penopang harga minyak mentah karena ekspor energi dari Timur Tengah masih terbatas, sehingga memperketat pasokan global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak merosot dengan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $100,32-$98,44. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $104,85-$107,50.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $103,88-$101,98. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $108,13-$110,48.